Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembangunan Sirkuit Mandalika Baru 58 Persen, Pengerjaan Dikebut Demi Homologasi

Pembangunan sirkuit Mandalika ini menurut Bram dilakukan dengan pemantauan yang ketat sesuai dengan standar yang telah ditentukan secara Internasional.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 20 Februari 2021  |  16:28 WIB
Suasana Bukit Merese di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (8/1/2021). KEK Mandalika seluas 1.250 hektare merupakan salah satu dari lima destinasi super prioritas Indonesia dengan pemandangan pantai pasir putih di antara bukit yang eksotis seperti Pantai Kuta, Seger, Tanjung Aan dan Merese yang membentang dari ujung barat hingga timur kawasan. - Antara/Ahmad Subaidi.
Suasana Bukit Merese di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (8/1/2021). KEK Mandalika seluas 1.250 hektare merupakan salah satu dari lima destinasi super prioritas Indonesia dengan pemandangan pantai pasir putih di antara bukit yang eksotis seperti Pantai Kuta, Seger, Tanjung Aan dan Merese yang membentang dari ujung barat hingga timur kawasan. - Antara/Ahmad Subaidi.

Bisnis.com, DENPASAR - Pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus dikebut untuk mengejar Homologasi atau proses sertifikasi untuk penyelenggaraan MotoGP 2021. Hingga saat ini proses pembangunan secara presentase baru 58 persen.

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menjelaskan fokus pembangunan saat ini meliputi pembangunan jalan kawasan khusus (JKK) sepanjang 4,31 KM.

Selain itu, pemasangan pagar beton keliling di sepanjang Jalan Kawasan Khusus (JKK) juga secara bersamaam sedang dikebut. Disamping pembangunan lainnya seperti persiapan Aspal AC-Base Track, pemasangan saluran Hauraton, pekerjaan Gravel Bed, Backfill Retaining Wall, penanaman rumput, dan pengaspalan service road sepanjang 1,8 km juga terus dikerjakan siang dan malam.

Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro menjelaskan bahwa pembangunan sirkuit Mandalika masih on schedule atau sesuai dengan jadwal. "Progres pembangunan kami sudah 58 persen, masih on schedule, proses pembangunan masih terus berjalan," jelasnya seperti dikutip dari rilis pada Sabtu (20/2/2021).

Pembangunan sirkuit Mandalika ini menurut Bram dilakukan dengan pemantauan yang ketat sesuai dengan standar yang telah ditentukan secara Internasional. "Kami selalu pantau secara ketat, karena harus teliti dan presisi sesuai dengan standar Federation Internationale de Motorcyclisme (FIM) dan Federation International de I'Automobile (FIA)," ujarnya.

Salah satu proses yang dipantau secara ketat adalah pengaspalan jalan yang digunakan untuk para pembalap MotoGP saat berlaga di Mandalika. Termasuk pengaspalan service road atau jalan darurat yamg digunakam untuk evakuasi jika terjadi kecelakaan. Aspal pada serivice harus memiliki permukaan halus dan terjaga dari kerusakan.

Agar memenuhi standar FIM, Concrete barrier atau alat pencetak beton bahkan didatangkan dari Jerman, Vietnam. "Proses pencetakan betonnya di Indonesia sesuai dengan standar, pagar beton tersebut dipasang sepanjang 9.9 km," tandasnya.

Proses pembangunan sirkuti MotoGP ditargetkan selesai pada akhir Juni 2021 oleh pihak ITDC.(K48)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

moto gp ntb KEK Mandalika
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top