Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jumlah Dana Masyarakat di Bali Merosot, Bagaimana Nasib Penyaluran Kredit?

Kepala BI Perwakilan Wilayah Bali Trisno Nugroho mengatakan dana pihak ketiga (DPK) perbankan memang merupakan sumber perbankan dalam penyaluran kredit. Penurunan DPK memang akan membuat kemampuan perbankan dalam menyalurkan kredit menurun.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  18:02 WIB
Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. di Jakarta, Selasa (5/1/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. di Jakarta, Selasa (5/1/2021). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, DENPASAR - Penurunan dana pihak ketiga perbankan di Bali dinilai tidak akan berdampak pada penyaluran kredit.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), selama 2020, perbankan di Bali menghimpun dana senilai Rp112,15 triliun atau merosot 1,91 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Sementara itu, penyaluran kredit perbankan di Bali mencapai Rp93,45 triliun atau tumbuh 0,95 persen YoY.

Kepala BI Perwakilan Wilayah Bali Trisno Nugroho mengatakan dana pihak ketiga (DPK) perbankan memang merupakan sumber perbankan dalam penyaluran kredit. Penurunan DPK memang akan membuat kemampuan perbankan dalam menyalurkan kredit menurun.

Hanya, perbankan di daerah tidak hanya mengandalkan penghimpunan dana dari masyarakat lokal saja. Perbankan juga masih bisa meminjam dana inter-bank yang berlokasi di luar Bali maupun antar bank.

"Perbankan Bali bisa meminjam dana dari luar Bali," katanya kepada Bisnis, Rabu (17/2/2021).

Menurutnya, DPK di Bali berpotensi mengalami peningkatan pada tahun ini seiring dengan adanya vaksin Covid-19 dan mulai dibukanya pariwisata. Contohnya, pada kuartal IV/2020 atau saat kunjungan wisatawan domestik meningkat ke Pulau Dewata, DPK Bali mengalami perbaikan pertumbuhan menjadi minus 1,37 persen. Sebelumnya, pada kuartal III/2020, DPK di Bali mengalami penurunan sebesar minus 3,34 persen.

Potensi DPK mengalami perbaikan juga terlihat dari komposisi penurunan. Selama 2020, menurutnya, penurunan DPK bersumber dari giro yang biasa dimiliki pengusaha dan pedagang dengan penurunan mencapai minus 22 persen.

Perbaikan pertumbuhan DPK diharapkan berlanjut pada 2021 seiring dengan program vaksinasi, turunnya penyebaran covid-19, dan peningkatan jumlah pasien Covid-19 sembuh.

"Proyeksi kami triwulan-triwulan berikutnya akan membaik dan wisnus akan datang seiring covid melandai dan vaksinasi sesuai target," sebutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali perbankan kredit
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top