Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WNA Bulgaria Kendalikan Pembobolan ATM dari LP Kerobokan

Modus yang digunakan oleh empat tersangka ini dengan cara menarik uang korban pada mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan menggunakan kartu ATM palsu.
Harian Noris S.
Harian Noris S. - Bisnis.com 09 Februari 2021  |  14:42 WIB
Wakil Direktur Reskrimsus Polda Bali AKBP Ambariyadi Wijaya (Tengah depan) didampingi Jajaran mengangkat barang bukti kasus skimming. - Bisnis
Wakil Direktur Reskrimsus Polda Bali AKBP Ambariyadi Wijaya (Tengah depan) didampingi Jajaran mengangkat barang bukti kasus skimming. - Bisnis

Bisnis.com, DENPASAR - Walaupun sudah mendekam di Lapas Kerobokan Denpasar, Warga Negara Asing (WNA) bernama Dogan asal Bulgaria masih bisa mengendalikan tindak pidana kejahatan skimming. Dogan mengendalikan empat orang yang beroperasi diluar Lapas.

Wakil Direktur Reskrimsus Polda Bali AKBP Ambariyadi Wijaya menjelaskan jika empat orang jaringan Dogan ditangkap pada Senin (8/1/2021), mereka adalah Aris Said seorang mantan narapidana Narkoba, Endang Indriyawati istri dari Aris, Putu Rediarsa dan Christoper B Diaz yang juga mantan napi Narkoba.

"Mereka bertemu dengan Dogan ketika masih menjadi Napi di Lapas Kerobokan dan kemudian diajarkan bagaimana melakukan skimming. Setelah keluar dari Lapas, mereka kemudian beraksi dengan dikontrol oleh Dogan melalui dalam Lapas," ungkapnya.

Modus yang digunakan oleh empat tersangka ini dengan cara menarik uang korban pada mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan menggunakan kartu ATM palsu. "Mereka memasukkan kartu ATM palsu di lokasi ATM yang sudah dipasangkan hidden camera (kamera tersembunyi), Dogan mengendalikan PIN ATM dari dalam Lapas dan diberikan kepada tersangka yang akan beraksi menarik uang," jelas Ambariyadi.

Dari aksi tersebut, jaringan Dogan telah merugikan ribuan nasabah dari berbagai bank di Bali baik bank daerah terbesar di Bali maupun bank nasional. "Bahkan salah satu bank nasional di Bali mengaku rugi Rp3 miliar dan sekitar 1.000 nasabahnya menjadi korban skimming," tandasnya.

Empat tersangka yang juga mayoritas mantan napi Narkoba ini harus kembali mendekam dibalik jeruji besi dengan sangkaan pasal 30 Jo Pasal 46 UU RI nomor 19 Tahun 2016 Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dabn/atau pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp800 juta.

Ambariyadi juga menjelaskan dari tahun 2018 hingga tahun 2021 pihaknya telah mengungkap 22 kasus skimming dengan 45 tersangka. "Tahun 2018 kami menangani 2 kasus, 2019 5 kasus, 2020 13 kasus, dan 2021 2 kasus," jelasnya.

Dari 45 orang tersebut, WNA Bulgaria paling banyak menjadi pelaku tindak kejahatan skimming dengan 19 orang tersangka, Rumania 12 orang, Polandia 2 orang, Filipinan 2 orang, Ukraina 1 orang, Turki 1 orang.(K48)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali pembobolan atm
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top