Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksinasi Rabies 2021 Dianggarkan Rp6,3 Miliar

Pentingnya vaksinasi dilakukan, mengingat Bali sebagai Daerah Tujuan Wisata dunia sangat rentan dengan isu-isu keamanan dan kebencanaan.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 21 Januari 2021  |  08:50 WIB
Vaksinasi Rabies di Bali - Antara/Nyoman Budhiana
Vaksinasi Rabies di Bali - Antara/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali menggelontorkan dana Rp6,3 miliar untuk pengadaan 532.000 dosis vaksin rabies yang akan didistribusikan secara serentak di sembilan Kabupaten/Kota pada 2021.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali IB Wisnuardhana mengatakan dalam rangka percepatan pemberantasan rabies, diperlukan upaya yang sungguh-sungguh dan terkoordinasi untuk memaksimalkan pelaksanaan vaksinasi rabies khususnya untuk penanganan anjing liar maupun anjing yang dipelihara secara diliarkan.

"Pentingnya vaksinasi dilakukan, mengingat Bali sebagai Daerah Tujuan Wisata dunia sangat rentan dengan isu-isu keamanan dan kebencanaan termasuk isu wabah penyakit menular," tuturnya dalam siaran tertulis pada Rabu, (20/1/2021).

Menurut Wisnuardhana, Bali termasuk provinsi dengan jumlah populasi anjingnya cukup banyak, yang disebabkan karena masyarakat memelihara anjing sebagai hewan peliharaan yang juga difungsikan sebagai penjaga rumah.

Berdasarkan data, sambungnya, saat ini jumlah populasi anjing di Bali tercatat sekitar 647.000 ekor, yang tersebar di semua Kabupaten/Kota dan terbanyak ada di Buleleng sebanyak 109.000 ekor, Kota Denpasar 89.000 ekor, Kabupaten Gianyar 88.000 ekor, Badung 86.000 ekor, Karangasem 74.000 ekor, Tabanan 71.000 ekor, Bangli 59.000 ekor, Jembrana 46.000 ekor, dan Klungkung 21.000 ekor.

"Dari populasi anjing tersebut sekitar 10 persen anjing yang dipelihara dengan baik di kandang di dalam rumah, selebihnya adalah anjing liar dan anjing yang dipelihara secara diliarkan," tambahnya.

Sementara itu, anjing liar dan dipelihara secara diliarkan tersebut sampai saat ini menjadi permasalahan karena tidak dapat divaksinasi secara maksimal, akibatnya kekebalan atau herd immunity kelompok populasi anjing tidak sesuai dengan standar minimal yang dipersyaratkan 80 persen sehingga siklus penyebaran rabies di Pulau Dewata relatif sulit diputus.

“Pada 2020 tercatat 100 kasus positif rabies di Bali yang menunjukkan terjadinya penurunan kasus jika dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 230 kasus terbanyak di Karangasem dan Bangli,” jelasnya.

Dia turut menegaskan dalam menjaga keselamatan dan keamanan di tengah pandemi Covid-19, pelaksanaan vaksinasi serentak rabies di lapangan diharapkan agar petugas memperhatikan protokol kesehatan dengan cara vaksinasi dari rumah ke rumah untuk menghindari kerumunan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali anjing hewan penular rabies
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top