Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada PPKM, Penumpang Trans Metro Dewata Tinggal Hitungan Jari

Berdasarkan pantauan Bisnis, penumpang yang menaiki satu bus bisa sebanyak satu hingga dua orang. Sopir bus pun mengakui adanya penurunan jumlah penumpang di tengah kebijakan PPKM.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  19:22 WIB
Sejumlah pengendara melintas di kawasan taman Titi Banda, Denpasar, Bali, Jumat (15/5/2020). - Antara/Nyoman Budhiana\n
Sejumlah pengendara melintas di kawasan taman Titi Banda, Denpasar, Bali, Jumat (15/5/2020). - Antara/Nyoman Budhiana\\n

Bisnis.com, DENPASAR - Tingkat keterisian penumpang Trans Metro Dewata Bali menurun di tengah penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Berdasarkan pantauan Bisnis, penumpang yang menaiki satu bus bisa sebanyak satu hingga dua orang. Sopir bus pun mengakui adanya penurunan jumlah penumpang di tengah kebijakan PPKM. Padahal, Trans Metro Dewata yang mengoperasikan 4 koridor baru beroperasi pada September 2020. Hingga saat ini, tarif penumpang pun masih digratiskan.

Berdasarkan data yang diperoleh Bisnis, total penumpang yang terlayani Trans Metro Dewata Bali selama 1 Januari 2021 sampai 20 Januari 2021 mencapai 68.403 penumpang dengan tingkat keterisian penumpang atau load factor hanya 17,39%. Secara rinci, jumlah penumpang terbesar berada pada koridor Gor Ngurah Rai-Bandara Ngurah Rai dengan jumlah 20.004 penumpang atau berkontribusi sebesar 29,24% dari total.

Selanjutnya, jumlah penumpang tertinggi kedua berada pada koridor Terminal Pesiapan - Central Parkir Kuta dengan sebanyak 19.681 penumpang atau berkontribusi 28,77%. Ketiga, koridor Central Parkir Monkey Forest - Terminal Ubung dengan 16.833 penumpang atau berkontribusi 24,61%.

Terakhir, koridor Pantai Matahari Terbit - Terminal Ubung dengan jumlah 11.885 penumpang atau berkontribusi sebesar 17,37%.

Direktur Utama Satria Trans Jaya Ketut Edi Dharma Putra yang menjadi salah satu operator yang tergabung dalam konsorsium operator Trans Metro Dewata mengatakan kondisi penumpang yang turun tidak akan menjadi masalah. Pasalnya, sistem pembelian layanan Trans Metro Dewata dilakukan Kementerian Perhubungan dan tidak berdasarkan jumlah penumpang.

"Trans metro dewata, masih tetap eksis," katanya kepada Bisnis, Rabu (20/1/2021).

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Gede Wayan Samsi Gunarta mengatakan pihaknya belum melakukan evaluasi sepenuhnya pada operasional Trans Metro Dewata setelah periode libur Natal dan Tahun Baru. Penurunan penumpang ini dinilai berkaitan dengan metode tap kartu yang dijadikan bagian dari proses boarding.

Samsi pun berharap Trans Metro Dewata dapat menjadi program jangka panjang karena dapat memperbaiki budaya dan model mobilitas perkotaan di Bali.

"Masih perlu banyak terobosan lain untuk mendukung keberhasilan program ini. Mudah-mudahan pengguna segera dapat menyesuaikan diri," sebutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali pandemi corona PPKM
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top