Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Selama 4 Bulan, 1.393 Orang Terjaring Razia Masker di Denpasar

Jumlah yang terjaring tersebut relatif banyak.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 16 Desember 2020  |  10:38 WIB
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 kepada seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) saat simulasi di lingkungan Kodam IX Udayana, Denpasar, Bali, Kamis (10/12/2020). Simulasi tersebut digelar sebagai persiapan penyuntikan vaksinasi COVID-19 yang rencananya digelar pada Januari 2021. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo.
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 kepada seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) saat simulasi di lingkungan Kodam IX Udayana, Denpasar, Bali, Kamis (10/12/2020). Simulasi tersebut digelar sebagai persiapan penyuntikan vaksinasi COVID-19 yang rencananya digelar pada Januari 2021. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo.

Bisnis.com, DENPASAR - Tim Yustisi Kota Denpasar menjaring 1.393 orang pelanggar protokol kesehatan Covid-19 dalam pelaksanaan razia masker yang dilaksanakan dari 7 September 2020 hingga 15 Desember 2020.

Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan dari jumlah yang terjaring tersebut sebanyak 686 orang didenda senilai Rp100.000 di tempat karena tidak menggunakan masker. Sedangkan 665 orang lainnya diberi pembinaan karena menggunakan masker tidak benar.

"Semua itu sesuai dengan Peraruran Gubernur Nomor 46 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan, dalam upaya pencegahan penularan Covid-19," jelasnya, Rabu, (16/12/2020).

Dia menjelaskan jumlah yang terjaring tersebut relatif banyak. Hal itu disebabkan karena paradigma masyarakat menilai bahwa kenormalan baru bebas melakukan kegiatan apa pun dengan mengabaikan protokol kesehatan.

"Pemikiran yang salah itulah yang harus diluruskan. Maka dari itu pihaknya tetap melakukan operasi penertiban disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan, sembari memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar kesadaran bersama semakin meningkat," tuturnya.

Menurut Sayoga, kegiatan ini akan terus dilakukan sampai masyarakat benar-benar sadar akan pentingnya menaati protokol kesehatan dengan menerapkan 3M.

Tidak hanya denda, sambungnya, bagi yang terjaring tidak menggunakan masker dengan benar pihaknya juga memberikan sanksi sosial, berupa hukuman push up dan menyapu.

"Semua itu kami lakukan untuk mengingatkan agar sadar tentang pentingnya mentaati protokol kesehatan salah satunya wajib menggunakan masker," tegasnya.

Dengan berbagi upaya tersebut, dia berharap masyarakat semakin paham akan pentingnya protokol kesehatan, sehingga tidak ada yang melanggar lagi. Dengan demikian penularan Covid-19 bisa diputus, sehingga perekonomian masyarakat bisa kembali normal.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali denpasar
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top