Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonomi Bali Pulih, Harga Komoditas Hortikultura Bakal Menanjak

Kondisi pariwisata Bali yang terdampak pandemi Covid-19, membuat petani hortikultura ikut terimbas.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 02 Desember 2020  |  10:20 WIB
Petani menanam bawang. Food Estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi di suatu kawasan. Food estate juga dapat menjadi lahan produksi pangan nasional, cadangan pangan, dan distribusi pangan.  - Antara
Petani menanam bawang. Food Estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi di suatu kawasan. Food estate juga dapat menjadi lahan produksi pangan nasional, cadangan pangan, dan distribusi pangan. - Antara

Bisnis.com, DENPASAR -- Pemerintah Bali memproyeksi harga komoditas hortikultura bakal menanjak dalam tiga bulan ke depan seiring kemampuan tanam petani yang terus menurun.

Kepala Bidang Produksi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Bali I Wayan Sunarta mengatakan petani sudah melakukan dua kali periode tanam sejak pandemi Covid-19. Namun, petani hortikultura terus mengalami kerugian. 

"Kondisi pariwisata Bali yang terdampak pandemi Covid-19, membuat petani hortikultura juga ikut terimbas. Permintaan produk hortikultura yang cukup besar dari sektor pariwisata otomatis menurun," katanya ketika dikonfirmasi Bisnis, Rabu (2/12/2020). 

Dia memberi contoh harga tomat di pasar Bali pernah menyentuh level terendah, yaitu hanya Rp1.000 per kilogram.

Walaupun harga terlalu murah, permintaan di masyarakat tetap nihil. Hasilnya, petani membuang hasil produksi tomat mereka.

"Jadi hanya hanya beberapa saja yang bisa tanam. Kami sudah ramalkan saat harga murah, petani tidak akan punya kemampuan tanam pada Oktober-November 2020," katanya kepada Bisnis, Selasa (1/12/2020).

Meski demikian, dia mengatakan sejumlah komoditas hortikultura seperti cabai merah dan bawang merah mulai menunjukkan kenaikan harga.

Menurutnya, harga cabai di petani berkisar Rp20.000 - Rp25.000 per kilogram. Sementara itu, bawang merah sebesar Rp28.000 per kilogram. Peningkatan harga pada dua komoditas tersebut cukup drastis jika melihat harga beli cabai di petani yang semula Rp3.000-Rp4.000 per kilogram dan bawang merah yang senilai Rp8.000 - Rp10.000 per kilogram.

Jika harga sudah bagus, lanjutnya, petani kemungkinan akan bercocok tanam lagi. Namun, Wayan tak menampik banyak petani masih was-was jika harga kembali anjlok.

"Petani kemungkinan mau tanam lagi, mau pinjam duit lagi. Celakannya, mereka takut [harga] murah lagi. Beda kan dengan tanaman pangan seperti padi yang kalau harganya naik Rp100 juga bisa turun Rp100. Holtikultura bisa puluhan ribu perbedaaan harganya," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali Inflasi harga pangan harga komoditas
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top