Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mencoba Paragliding di Bali, Melayang di Antara Tebing dan Laut

Paragliding atau paralayang merupakan olahraga ekstrem terbang bebas di udara yang biasanya akan dimulai dari terbang pada puncak lereng atau tebing yang mempunyai ketinggian minimal 300 meter.
Ni Putu Sri Widyastini Susila
Ni Putu Sri Widyastini Susila - Bisnis.com 15 November 2020  |  13:44 WIB
Wisata paragliding di Uluwatu, Bali.
Wisata paragliding di Uluwatu, Bali.

Bisnis.com, DENPASAR – Bila Anda penikmat adrenalin yang sedang berlibur ke Bali, maka paragliding adalah salah satu aktivitas yang bisa dicoba.

Anda akan terbang selama 15 menit menggunakan parasut dengan pemandangan tebing dan laut dari ketinggian 100 hingga 200 meter di atas permukaan tebing.

Paragliding atau paralayang merupakan olahraga ekstrem terbang bebas di udara yang biasanya akan dimulai dari terbang pada puncak lereng atau tebing yang mempunyai ketinggian minimal 300 meter.

Untuk dapat melakukan kegiatan ini, harus memperhatikan kekuatan dan arah angin. Angin berguna untuk mengangkat tubuh agar bisa terbang dan melayang tinggi di angkasa.

Ada dua jenis angin yang dimanfaatkan untuk bermain paragliding yaitu angin naik dan angin thermal. Kedua jenis angin itulah yang menjadi sumber daya angkat.

Salah satu penyedia layanan olahraga ini di Bali adalah Nyang Nyang Paragliding. Tempatnya terletak di area Pantai Nyang Nyang, Uluwatu.

Pengelola Nyang Nyang Paragliding, Risky Widiantoro mengatakan jika bisnis yang telah berdiri sejak 1990 ini menjadi top request bagi wisatawan, terutama wisatawan China.

"Di tahun 2019 tercatat ada 25.000 tamu yang menggunakan paragliding selama setahun dan 90 persen turis China," ujarnya, Jumat (13/11/2020).

Bali memiliki kelebihan dibandingkan daerah lain karena anginnya lebih stabil dan dapat terbang lebih lama. Risky mengatakan di tempat lain hanya bisa terbang selama 5 sampai 7 menit, sedangkan di Bali bisa sampai 15 menit.

Dia menuturkan, siapapun bisa bermain paragliding entah itu tua, muda, laki laki atau perempuan. Bahkan, kaum disabilitas bisa menikmati olahraga ini.

“Setiap olahraga ekstrim pastinya memiliki resiko sendiri termasuk juga paragliding. Tetapi, resiko ini bisa diatasi dengan melakukan prosedur dan tata cara bermain paragliding dengan baik dan benar,” lanjutnya.

Biaya untuk menaiki paragliding ini dipatok seharga Rp750.000 dan untuk agent price biasanya Rp550.000 yang sudah termasuk video dokumentasi menggunakan action cam. Bagi sobat bisnis yang berniat mencoba olahraga satu ini, Nyang Nyang Paragliding sudah bisa diakses mulai pukul 11.30 hingga 19.00

"Yang paling banyak direquest itu video dokumentasi, karena instagramable. Terutama tamu Asia, sangat up to date untuk memposting kegiatan paragliding ini," tuturnya.

Dalam masa pandemi seperti sekarang, Nyang Nyang Paragliding telah melakukan beberapa upaya untuk menggaet pasar domestik dengan promosi di beberapa platform yang bergerak pada bidang travel.

Selain itu, Risky mengatakan telah menggaet salah satu maskapai penerbangan untuk diajak bekerja sama, dengan memberikan diskon sebesar 20% bagi penumpang maskapai penerbangan Citilink.

Program ini didukung oleh, Kemenparekraf, BPD Bali, Astra Isuzu, Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar, BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banuspa, Pertamina Region Jatimbalinus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali pariwisata
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top