Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Melihat Lebih Dekat Wisata Keramba Apung di Sumberkima Bali Utara

Pesisir Bali utara yang termasuk dalam kawasan Kabupaten Buleleng menyimpan kekayaan budidaya perikanan yang selama ini jarang mendapatkan perhatian dari khalayak.
Ni Putu Sri Widyastini Susila
Ni Putu Sri Widyastini Susila - Bisnis.com 13 November 2020  |  09:54 WIB
Pengelola keramba apung di Desa Sumberkima di dekat Gili putih. bisnis - Ni Putu Sri Widyastini Susila
Pengelola keramba apung di Desa Sumberkima di dekat Gili putih. bisnis - Ni Putu Sri Widyastini Susila

Bisnis.com, DENPASAR—Pesisir Bali utara yang termasuk dalam kawasan Kabupaten Buleleng menyimpan kekayaan budidaya perikanan yang selama ini jarang mendapatkan perhatian dari khalayak.

Salah satu kekayaan tersebut adalah budidaya ikan menggunakan keramba apung yang bertebaran di Desa Sumberkima Kecamatan Gerogak, Kabupaten Buleleng. Jika Anda berwisata ke daerah pesisir utara ini, tidak ada salahnya melihat secara lebih dekat dengan budidaya tersebut. Lokasi keramba apung paling mudah dijangkau adalah berada di sekitar objek wisata Gili Putih. Salah seorang pengelola keramba apung, Kadek Suartawan mengatakan lokasi keramba yang dekat dengan objek wisata menjadikan tempat ini sering dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. 

“Mereka tertarik melihat proses budidaya ikan, apalagi disini ada ikan kertang yang sudah berusia 4 tahun dengan berat sampai 50 kg,” ujar Kadek pada Jumat (13/11/2020).

Menurutnya, salah satu atraksi yang bisa dilakukan oleh pengunjung adalah memberi pakan untuk ikan-ikan di keramba. Sebagai informasi, di salah satu keramba yang berisikan 113 wadah ikan berbagai jenis, pengelola keramba bisa menghabiskan 1,3 ton pakan ikan per hari.

Dia mengatakan jika pengunjung bisa membantu memberi pakan ikan-ikan di keramba ini. Kadek menuturkan jika dapat menghabiskan 1,3 ton dalam sehari. Terdapat 113 wadah yang diisi dengan jenis-jenis ikan yang berbeda menurut jenis dan ukuran. Adapun ikan yang dibudidayakan seperti kakap, kerapu dan juga bawal.  Jenis-jenis ikan tertentu dibudidayakan untuk kemudian dipanen menurut usia ikan.

Kadek mengatakan keramba apung memiliki banyak manfaat seperti mempermudah proses penyortiran, mempercepat proses panen, dan menjaga benih dari predator lain. Untuk panen membutuhkan waktu 18 bulan sampai 2 tahun dan dilakukan secara kontinu. Setelah panen, ikan-ikan di keramba apung ini akan dibawa ke Denpasar, dan apabila beratnya diatas 2 kg akan di fillet. 

Di musim pandemi seperti sekarang ini, harga ikan mengalami penurunan sebesar 50%. Sebelumnya, harga ikan dihargai Rp100.000 perkilo dan sekarang menjadi Rp50.000. Nengah Tono, Anggota Kelompok Masyarakat Sadar Wisata Kima Bay saat ditemui Bisnis dalam Program Jelajah Wisata KemBali, mengatakan jika keramba ikan banyak dikunjungi wisatawan untuk melihat keunikannya. Untuk sampai di tempat ini, Anda dapat menaiki perahu dengan kapasitasnya 10 orang dari Pelabuhan Sumberkima. Adapun waktu tempuh kurang lebih sekitar 10 menit. 

Program Jelajah Wisata KemBali ini didukung oleh, Kemenparekraf, BPD Bali, Astra Isuzu, Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar, BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banuspa, Pertamina Region Jatimbalinus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali pariwisata keramba
Editor : Feri Kristianto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top