Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Transaksi Nontunai SPBU di Jatimbalinus Meningkat Drastis

Dari total 1.265 SPBU, direncanakan akan dilakukan digitalisasi, bersinergi dengan Telkom.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 05 November 2020  |  07:23 WIB
Transaksi nontunai di SPBU.
Transaksi nontunai di SPBU.

Bisnis.com, DENPASAR - Transaksi nontunai SPBU di Jatimbalinus meningkat 269 persen pada Oktober 2020 dibandingkan dengan bulan sebelumnya secara month to month (mtm).

Section Head Communication & Relation MOR V Ahad Rahedi mengatakan jumlah transaksi harian menggunakan aplikasi MyPertamina pada Oktober 2020 lebih dari 24.000 transaksi. Jumlah ini meningkat 269 persen dibandingkan pada September 2020 sebanyak 8.900 transaksi.

“Melalui digitalisasi SPBU, termasuk pengembangan aplikasi MyPertamina, Pertamina memantau distribusi BBM end to end process, yang akan memberikan layanan kepada pelanggan lebih aman, mudah dan cepat,” tuturnya, dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Rabu (4/11/2020).

Dia menambahkan, hingga akhir Oktober 2020, Pertamina mencatat 1.174 SPBU Pertamina di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur telah menuntaskan program digitalisasi. Jumlah tersebut mencakup 93 persen dari total 1.265 SPBU yang direncanakan untuk implementasi teknologi digital di wilayah Jatimbalinus.

Dari total 1.265 SPBU, lanjutnya, direncanakan akan dilakukan digitalisasi, bersinergi dengan Telkom yang sedang dalam proses persiapan serta pemasangan sejumlah perangkat pendukung di SPBU. Sehingga dengan Program Digitalisasi, maka Pertamina dapat memantau kondisi stok BBM, penjualan BBM, dan transaksi pembayaran di SPBU secara real-time.

Adapun konsep digitalisasi yakni dengan merekam seluruh data transaksi dan stok SPBU secara akurat pada waktu yang faktual, di mana dari setiap nozzle/selang pengisian BBM ke kendaraan konsumen dibuatkan sesuai sistem sedemikian rupa, sehingga secara langsung dapat memberikan data konsumsi dan penjualan setiap SPBU.

“Dengan program digitalisasi ini, Pertamina dapat mengetahui jika terdapat SPBU yang akan kehabisan persediaan produk BBM, sehingga dapat segera ditindaklanjuti dengan upaya pengiriman BBM ke SPBU tersebut,” kata Ahad.

Sementara itu, digitalisasi juga dapat meningkatkan pengawasan penyaluran BBM, khususnya yang bersubsidi yaitu biosolar (B30) dan penugasan yaitu premium. Hal tersebut dimungkinkan karena data-data tersebut juga dapat diakses secara langsung oleh sejumlah pihak berwenang seperti Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan BPH Migas.

Kemudian, pertamina juga memberikan kemudahan bagi konsumen untuk membeli produk-produk Pertamina dengan cara pembayaran nontunai (cashless payment). Pembayaran nontunai di SPBU dapat dilakukan baik melalui fasilitas yang telah dikerjasamakan dengan berbagai perbankan maupun dengan Link Aja yang telah terintegrasi dengan aplikasi MyPertamina.

“Promo berlaku di SPBU Pertamina yang sudah terkoneksi dengan aplikasi MyPertamina di seluruh Indonesia,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top