Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Program Langit Biru Berdampak pada Kondisi Udara Bali

Penurunan angka indeks kualitas udara ini mengindikasi membaiknya kualitas udara pada suatu daerah.
Ni Putu Sri Widyastini Susila
Ni Putu Sri Widyastini Susila - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  06:12 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bisnis.com, DENPASAR — Program langit biru yang diusung PT Pertamina (Persero) berdampak pada membaiknya kondisi udara di Bali. Dikutip dari www.iqair.com, situs yang menampilkan kualitas udara di berbagai kota dunia, sepekan sebelum program ini dijalankan, tercatat indeks kualitas udara Denpasar berada di angka 67,5.

Pada akhir September 2020, rata-rata indeks kualitas udara menurun menjadi 48. Menurunnya angka indeks kualitas udara ini mengindikasi membaiknya kualitas udara pada suatu daerah.

Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina Pemasaran Regional Jatimbalinus, Rustam Aji menyampaikan jika tren konsumsi BBM masyarakat akan pemilihan produk BBM yang lebih ramah lingkungan terus meningkat di Kota Denpasar. Proporsi konsumsi produk Premium sebelum bergulirnya program ini sebesar 28 persen dari total seluruh produk gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) atau sekitar 114 Kilo Liter (KL) dari konsumsi keseluruhan produk yang sebanyak 408 KL perhari.

“Bali sebagai barometer pariwisata Indonesia, dan destinasi ternama di dunia mendapat dukungan dari masyarakatnya untuk menjadi pelopor penerapan Program Energi Bersih yang berujung meningkatnya kualitas udara dan lingkungan,” ujarnya, Selasa (13/10/2020).

Kualitas udara yang setara juga terekam di Kabupaten Gianyar. Di pekan kedua Bulan Oktober ini, rerata kualitas udara di kabupaten tersebut berkisar di angka 46. Program yang telah berjalan selama dua pekan di Kabupaten Gianyar ternyata menunjukkan kepedulian masyarakat akan hadirnya udara bersih dengan meningkatnya konsumsi bahan bakar yang lebih berkualitas dari Pertamina.

Aji mengatakan, jumlah konsumsi produk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium menurun drastis menjadi tinggal 3 persen dari yang sebelumnya masih sebesar 18 persen. Sebaliknya, untuk BBM jenis Pertalite dengan Research Octane Number (RON) 90, konsumsinya meningkat dari 67 persen menjadi 83 persen.

“Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar menjadi percontohan penerapan program Langit Biru dari Pertamina yang mendukung upaya Pemerintah Daerah untuk menerapkan pemanfaatan energi bersih di Provinsi Bali,” ungkapnya.

Melalui Program Langit Biru, Pertamina MOR Pemasaran Regional Jatimbalinus memberikan harga khusus Pertalite setara harga Premium untuk konsumen di Kab. Gianyar. Melalui program tersebut, harga BBM RON 90 itu menjadi Rp6.450,- per liter untuk kendaraan bermotor roda dua, roda tiga, angkot plat kuning, dan taksi plat kuning. Program ini berlaku di 23 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kab. Gianyar, dari total 28 SPBU yang ada, mulai tanggal 29 September sampai dengan 28 November Tahun 2020.

Setelah Program Langit Biru bergulir, perbandingan konsumsi produk Premium di Kota Denpasar hanya tinggal 8,5 persen atau sebanyak 42 KL dari total konsumsi seluruh produk gasoline di wilayah tersebut yang perharinya dilayani oleh Pertamina sebanyak 490 KL. Hal ini seiring dengan meningkatnya konsumsi produk Pertalite yang naik proporsinya dari 53 persen menjadi 75 persen sampai dengan pekan kedua di Bulan Oktober.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top