Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Pupuk Kaltim Kembali Gelar Demplot Padi di Desa Peladung Bali

Pupuk Kaltim kembali menggelar demonstration plot atau demplot untuk komoditas padi di Desa Peladung, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali pada Senin (10/8).
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 11 Agustus 2020  |  04:44 WIB
Pupuk Kaltim bersama kelompok petani dalam pembuatan demplot di Desa Peladung, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali pada Senin (10/8 - 2020).
Pupuk Kaltim bersama kelompok petani dalam pembuatan demplot di Desa Peladung, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali pada Senin (10/8 - 2020).

Bisnis.com, DENPASAR—Mendorong peningkatan hasil pertanian masyarakat, Pupuk Kaltim kembali menggelar demonstration plot  atau demplot untuk komoditas padi di Desa Peladung, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali pada Senin (10/8). Demplot padi dilaksanakan pada lahan seluas 0,5 hektare, bekerjasama dengan Kelompok Tani Subak Peladung, dengan masa tanam 90 hari.

Dijelaskan Asisstant Account Executive (AAE) Pupuk Kaltim wilayah pemasaran Bali I Wayan Suarjana, selain mendorong peningkatan produktivitas hasil pertanian masyarakat setempat, program demplot sekaligus menjadi upaya pembuktian keunggulan produk Pupuk Kaltim, khususnya pupuk non subsidi, agar petani yang sebelumnya tergantung dengan pupuk bersubsidi bisa mengetahui perbedaan hasil dan kualitas yang dicapai saat masa panen.

Hal ini juga melihat pengalaman demplot sebelumnya, yang berhasil meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat Bali pada berbagai komoditas, melalui pola pemupukan berimbang menggunakan produk non subsidi dan hayati Pupuk Kaltim. Demplot dilakukan dengan 2 perlakuan, yakni pola pemupukan berimbang Pupuk Kaltim dengan perbandingan pola kebiasaan petani.

“Demplot dilaksanakan agar petani di Desa Peladung bisa teredukasi tentang pola pemupukan berimbang menggunakan produk Pupuk Kaltim, karena di wilayah lain sudah merasakan manfaatnya,” ujar Wayan Suarjana, Senin (10/8/2020).

Demplot kali ini menggunakan produk Urea Daun Buah, NPK Pelangi dan produk hayati Ecofert, dengan komposisi dan dosis yang disesuaikan jenis komoditas serta luasan lahan. Pendampingan dilakukan secara berkala, melibatkan Pemerintah Daerah Karangasem melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat.

Tahapan pendampingan dilakukan sejak awal pengolahan dan penyiapan lahan tanam, termasuk pemilihan bibit secara baik dan benar. Setelah penanaman, pendampingan dilanjutkan dengan pola pemupukan berimbang menggunakan produk Pupuk Kaltim, serta evaluasi berkala hingga masa panen. “Jadi selama masa demplot, petani akan mendapatkan pendampingan dari Pupuk Kaltim bersama PPL, khususnya penerapan pola pemupukan berimbang, disamping pengolahan lahan dan pemilihan bibit,” tambah Wayan.

Dirinya berharap program ini bisa diterima petani di Desa Peladung untuk diterapkan secara berkesinambungan, mengingat pelaksanaan demplot di sejumlah wilayah Provinsi Bali terbukti berhasil meningkatkan kapasitas produksi pertanian pada berbagai komoditas yang mencapai 30% untuk sekali masa panen. Bahkan jika dikonversi, penggunaan pupuk non subsidi untuk sekali masa tanam hingga panen, jauh lebih hemat dibanding pupuk bersubsidi dengan hasil yang jauh lebih tinggi. “Demplot sebelumnya berhasil untuk komoditas padi dan kubis, akhirnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

petani pupuk kaltim sawah
Editor : Media Digital
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top