Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dua Kapal Asing Lego Jangkar di Perairan Alor, Ini yang Terjadi

Di tengah kewaspadaan menghadapai penyebaran virus Corona, dua kapal asing yang lego jangkar di perairan Alor diperintah untuk meninggalkan lokasi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 April 2020  |  09:33 WIB
Dua kapal asing yang sedang lego jangkar di Zona Inti Kawasan Konservasi SAP Selat Pantar, di sekitar Pulau Sika. - ANTARA/Istimewa
Dua kapal asing yang sedang lego jangkar di Zona Inti Kawasan Konservasi SAP Selat Pantar, di sekitar Pulau Sika. - ANTARA/Istimewa

Bisnis.com, KUPANG - Di tengah kewaspadaan menghadapai penyebaran virus Corona, dua kapal asing yang lego jangkar di perairan Alor diperintah untuk meninggalkan lokasi.

Dua kapal asing tersebut dilaporkan lego jangkar di sekitar perairan Pulau Sika-Mali, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Kepala Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan NTT untuk wilayah Kabupaten Alor Muhammad Saleh Goro yang dikonfirmasi Antara melalui kontak telepon dari Kupang, Kamis (9/4/2020) mengakui adanya dua kapal asing yang lego jangkar di perairan Alor.

"Informasi mengenai keberadaan dua kapal asing itu diperoleh dari Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Alor pada Rabu, (8/4) sekitar pukul 15.00 WITA," katanya.

Setelah menerima informasi, pihaknya menggelar kegiatan Patroli Keselamatan Pelayaran bersama Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Alor, dengan menggunakan tiga kapal nelayan untuk mendekati kedua kapal tersebut.

Berbendera Australia

Berdasarkan hasil patroli, tim mencatat kedua kapal tersebut berbendera Australia dengan identitas SY Evolution, dengan bobot kotor +/- 10 GT, dengan dua orang awak kapal (laki-laki dan perempuan).

Satunya adalah kapal SY Nomad, dengan bobot kotor +/- 14 GT, dengan awak kapal dua orang (laki-laki dan perempuan).

Muhammad Saleh Goro mengatakan baha tim tidak begitu mengetahui identitas kapal lebih detail. Tim tidak berani naik ke atas kedua kapal tersebut dengan alasan sangat berisiko.

Karena itu, setelah terjadi negoisasi dan menanyakan maksud kedatangan mereka ke Pulau Alor, kedua kapal diperintahkan untuk segera meninggalkan perairan Alor.

Kedua kapal yang lego jangkar di Zona Inti Kawasan Konservasi SAP Selat Pantar, di sekitar Pulau Sika itu kemudian meninggalkan perairan itu pada Rabu (8/4) pukul 17.42 WITA, kata Muhammad Saleh Goro.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alor Virus Corona

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top