Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Industri Vape Rumahan di Bali Menggeliat di Tengah Dampak Ekonomi Corona

Industri kreatif seperti kerajinan tangan, barang kesenian, hingga bisnis rokok elektrik atau vape lokal saat ini mulai melejit di Bali ketika bisnis pariwisata di Pulau Dewata itu lesu akibat pandemi Virus Corona atau Covid-19.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  15:01 WIB
Ilustrasi rokok vape elektronik. - Bisnis/Abdullah Azzam
Ilustrasi rokok vape elektronik. - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, DENPASAR - Industri kreatif seperti kerajinan tangan, barang kesenian, hingga bisnis rokok elektrik atau vape lokal saat ini mulai melejit di Bali ketika bisnis pariwisata di Pulau Dewata itu lesu akibat pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Keberadaan industri kreatif ini tumbuh cukup signifikan di segala penjuru, mulai dari Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, hingga Kabupaten Buleleng telah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Pulau Dewata, hal ini dinilai dapat membantu perekonomian Bali yang sedang melemah akibat wabah covid-19.

Bendahara Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali Pande Agus Widura mengatakan bahwa industri kreatif di Bali memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan.

“Saya melihat industri kreatif dapat membantu perekonomian di Bali pada masa kondisi pariwisata sedang lemah seperti saat ini. Jika industri kreatif terus digenjot, tentunya dapat menjadi prospek bisnis yang bagus kedepannya,” katanya, Selasa (31/03/2020).

Dia mencontohkan industri vape yang sedang marak di Bali. Menurutnya, dengan konsep mengurangi bahaya tembakau, ini bisa menjadi suatu hal yang sangat diminati bagi para perokok dewasa.

Ketua Asosiasi Vaporizer Bali Gede Agus Mahartika mengatakan tidak sedikit UKM bermunculan berkat produk rokok elektrik. Secara tidak langsung, kehadiran rokok elektrik telah membuka kesempatan usaha baru bagi masyarakat.

"Berdasarkan data AVB, setidaknya sudah ada 500 vape store alias toko vape yang tersebar di Pulau Bali," imbunya.

Yang menarik, kata Gede, usaha baru yang bermunculan ini bukanlah bisnis kapitalis, melainkan usaha rintisan. Sehingga masyarakat memiliki peluang menjadi wirausaha dan memiliki penghasilan sendiri.

"Munculnya usaha-usaha baru ini otomatis membuka lapangan kerja bagi masyarakat di Bali," tuturnya.

Dia mengatakan, satu vape store alias toko rokok elektrik membutuhkan tenaga sekitar 5-6 orang. Untuk industri yang baru berkembang, lanjut Gede, penyerapan sumber daya manusia di sektor ini sudah terhitung lumayan.

"Yang sebelumnya menganggur, sekarang kerja," tegasnya.

Karena itu, ditengah kegiatan ekonomi saat ini yang tengah terpukul akibat Corona, AVB berharap pemerintah turut memberikan perhatian untuk industri kreatif.

“Kami berharap ada stimulus yang diberikan, sehingga industri kreatif dapat membantu perekonomian dan menumbuhkan potensi lapangan pekerjaan,” kata Gede.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata bali Virus Corona Industri Vape covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top