Pemasangan Penjor Diimbau Waspadai Instalasi Listrik

Diimbau tidak memasang penjor di dekat jaringan listrik guna mencegah gangguan distribusi listrik.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Februari 2020  |  07:40 WIB
Pemasangan Penjor Diimbau Waspadai Instalasi Listrik
Suasana pemasangan penjor menjelang hari suci Galungan di Bali. - Antara/Komang Suparta

Bisnis.com, DENPASAR — PT Perusahaan Listrik Negara Unit Induk Distribusi (PLN-UID) Bali mengimbau masyarakat menjelang hari raya suci Galungan dan Kuningan untuk tidak memasang penjor di dekat jaringan listrik guna mencegah gangguan distribusi listrik.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk berhati-hati memasang penjor, khususnya warga yang beragama Hindu di Bali menjelang perayaan hari suci Galungan pada Rabu (19/2)," kata Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali, I Made Arya, di Denpasar, Selasa (18/2/2020).

Ia mengatakan momentum perayaan hari suci Galungan dan Kuningan menjadi perhatian PLN Unit Induk Distribusi Bali, khususnya terhadap kebutuhan pemasangan penjor oleh masyarakat setempat.

"Kami mengharapkan kepada pelanggan agar tidak memasang penjor dekat dengan jaringan milik PLN. Ini untuk keamanan bersama," ucapnya.

Dia mengatakan pemasangan penjor dekat dengan jaringan listrik dikhawatirkan dapat membahayakan masyarakat. Pada musim hujan dan angin, terdapat potensi penjor basah terkena air atau terjatuh menimpa jaringan listrik PLN.

Pemasangan penjor, katanya, perlu memperhatikan jarak aman dari jaringan listrik, yakni minimal tiga mete. "Bila penjor berada dekat dengan jaringan listrik, pada kondisi basah dapat menjadi pengantar listrik dan dapat menyebabkan masyarakat tersetrum," katanya.

PLN UID Bali juga memberikan edukasi kepada para pegawai dan mitra kerja PLN dengan menyelenggarakan "Dharma Wacana" (pencerahan rohani) bertemakan "Makna Penjor Galungan yang Ramah Lingkungan" yang disampaikan rohaniawan Hindu Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Lingga Puja.

Dalam "Dharma Wacananya" itu disampaikan bahwa panjang penjor tujuh meter dengan ruas tujuh bindu (tujuh kolongan) panjang penjor diambil dari perhitungan sapta prenawa yang merupakan simbol dari tujuh gunung dan tujuh bindu yg disebut dengan jagat guru tempat yang tertinggi para dewa.

"Semua ini diambil dari kitab ajaran umat Hindu, yang melambangkan dari para dewa di alam semesta memberikan kedamaian lahir dan batin umat di dunia ini," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali

Sumber : Antara
Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top