Layanan Angkutan Darat di Ngurah Rai Belum Ideal

Layanan angkutan darat untuk para penumpang di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai dikatakan belum sesuai dengan jumlah penumpang yang mencapai 65.000 orang perharinya.
Busrah Ardans
Busrah Ardans - Bisnis.com 24 Januari 2020  |  05:46 WIB
Layanan Angkutan Darat di Ngurah Rai Belum Ideal
Sejumlah wisatawan asing tampak berdatangan di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kamis (23/1 - 2020).

Bisnis.com, DENPASAR - Layanan angkutan darat untuk para penumpang di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai dikatakan belum sesuai dengan jumlah penumpang yang mencapai 65.000 orang perharinya.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry A.Y. Sikado mengatakan, idealnya setiap bandara harus sampai di angka rasio 70%.

"Penumpang kita di Bandara perhari rata-rata 65.000 orang. Belum terpenuhi semua sih jika dihitung-hitung, baru 50%. Idealnya 70%," kata Herry usai meresmikan layanan GrabCar Airport, Kamis, (23/1/2020).

Meski begitu dirinya optimis untuk menciptakan layanan terhadap penumpang apalagi telah meresmikan layanan GrabCar Airport.

"Setelah kami tender, kami lelang dan kami seleksi, kebetulan yang lolos sebagai pemenang adalah Grab. Makanya hari ini kita launching Grab," ungkap dia.

Pihaknya, pastinya menyiapkan layanan yang fair buat penumpang. Dari kualitas terjamin, kepastian harga. beda halnya dengan sebelumnya pihaknya sering dapat laporan dari penumpang perihal harga. Dirinya juga beri garansi layanan terbaik buat penumpang. Sehingga komplain terhadap tidak transparansinya harga bisa diatasi.

Operatornya ada 5 yang selama ini bermitra dengan Angkasa Pura ditarik menjadi mitra Grab. Hingga kini ada ratusan armada dan ada juga yang masih diseleksi oleh Grab. Karena pastinya Grab memiliki standar yang harus dipenuhi.

Dia menyebut kontrak kerja sama dengan Grab dijalani selama dua tahun. "Jika selesai ya, kita lelang lagi, bisa diperpanjang juga nantinya, dalam dua tahun pastinya dilakukan evaluasi," imbuhnya.

Sebelumnya, kata dia, saat proses lelang ada beberapa aplikator yang ikut seperti Gojek tapi saat proses seleksi, Gojek tidak masukkan proposal, kemudian ada satu aplikator lokal lainnya hanya saja tidak masuk standar.

Arie Ahsanurrohim Communication and Legal Manager Angkasa Pura I menambahkan, sebelumnya yang mengikuti seleksi lelang, ada tiga Aplikator, yakni Gojek, Grab dan Lintas Bali Dewata.

Tapi setelah tahap memasukkan proposal, Gojek tidak memasukkan proposal, hanya Grab dan Lintas Bali Dewata. Sehingga pihak Grab bukan monopoli, kecuali tiba-tiba ditunjuk langsung.

"Ini sudah dilakukan seleksi. Indikator kelulusan seleksi itu seperti memiliki sejarah 10.000 booking per hari, berdiri lebih dari dua tahun, kekuatan aplikasi menjangkau ke mana saja, intinya begitu," tambahnya

Sampai saat ini sudah ada 260 armada yang join ke Grab dengan kuota 610 armada.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandara ngurah rai, bali

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top