Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Retribusi Pariwisata Dongkrak PAD Klungkung

Retribusi dari sektor pariwisata Klungkung dinilai berpartisipasi aktif dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Klungkung.
Busrah Ardans
Busrah Ardans - Bisnis.com 20 Januari 2020  |  14:00 WIB
Para wisatawan lokal maupun mancanegara saat antri naik Fast Boat menuju lokasi wisata Nusa Penida dan Nusa Lembongan, di Pantai Sanur, Minggu (19/1 - 2020).
Para wisatawan lokal maupun mancanegara saat antri naik Fast Boat menuju lokasi wisata Nusa Penida dan Nusa Lembongan, di Pantai Sanur, Minggu (19/1 - 2020).

Bisnis.com, DENPASAR--Retribusi dari sektor pariwisata Klungkung dinilai berpartisipasi aktif dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Klungkung.

Pada penerimaan Retribusi Tempat Wisata 2019 BPKPD Klungkung mencatat Rp45,521 miliar. Angka itu dinilai baik signifikan dari penerimaan 2018 yang mencari Rp29,479 miliar sementara 2017 hanya Rp23,556 miliar.

Kepala Bappeda Klungkung Wayan Wasta mengatakan penerimaan retribusi wisata Klungkung naik cukup tinggi dibanding tahun lalu. Pihaknya pun menaruh harapan pada anggaran 2020 dengan besaran target Rp51,384 miliar.

Dengan hasil retribusi di tempat wisata itu, pada 2019, Klungkung berhasil mendongkrak PAD-nya mencapai 20% dengan meraih angka Rp224,50 miliar yang mana 2018 tercatat hanya Rp186,97 miliar.

Dewa Putu Griawan Kepala BPKPD Klungkung kepada Bisnis Indonesia mengatakan pihaknya optimistis dapat mencapai target pada 2020 ini.

Dirinya juga tidak menampik jika pendapatan daerah dari sektor pariwisata cukup mendongkrak PAD Klungkung tahun kemarin.

"Target 2020 pastinya kami mau lebih dari Rp224 miliar. PAD kita dari Rp186,97 miliar di 2018 menjadi Rp224,50 miliar di 2019. Penyumbang terbesar dari retribusi khususnya retribusi pariwisata. 

Secara teknis ya untuk peningkatan, pastinya harus ada perbaikan dan penambahan fasilitas, di Pariwisata misalnya, agar target PAD 2020 bisa tercapai," kata dia, Minggu (19/1/2020).

Kabupaten Klungkung kata dia menargetkan pendapatan asli daerah-nya (PAD) mencapai Rp248 miliiar di 2020. Juga, lanjut dia, soal kunjungan pariwisata ke Nusa Penida yang cukup tinggi. 

"Kunjungan ke sana yang cukup lumayan, nah hasil itulah yang mendongkrak penerimaan retribusi kita," lanjutnya.

PAD Klungkung semakin naik setelah penetapan Perda no 5 tahun 2018 mengenai Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga yang mana setiap wisatawan yang berkunjung ke Nusa Penida dikenakan tarif Rp25.000 untuk dewasa dan Rp15.000 untuk anak-anak per 1Juli 2019 lalu, di enam pelabuhan di Nusa Penida.

Dia menambahkan PAD Klungkung naik didukung oleh Pajak Daerah yang naik 27%  di 2019 dengan nilai Rp77,112 miliar, Retribusi Daerah naik 77% menjadi Rp39,89 miliar, Hasil Pengelolaan Kekayaan yang Dilipisahkan naik 7% menjadi Rp8,42 miliar dan Lain-lain PAD yang sah juga mengalami kenaikan 3% menjadi Rp99,07 miliar. 

Sementara itu, Plt Kawilker Sanur Tonny Bokty mengatakan jumlah penumpang dari Penyeberangan Sanur-Nusa Penida dan Sanur-Lembongan mengalami peningkatan saat musim liburan.

Namun beberapa hari belakangan mengalami penurunan ketika masa liburan usai.

"Kalau jumlah perhari kita tidak mencatatnya, biasanya kami rekap perbulan. Perbulannya ada sekitar 30.000 penumpang. Kalau liburan itu sampai 35.000 orang. Dari Sanur ke Nusa Penida dan Lembongan itu yang banyak, kalau pulang kan banyak yang tidak ke Sanur lagi, ada yang ke Padangbai. Karena yang ke sana kan memang ada yang liburan ada juga yang memang kampungnya di sana," kata Tonny, Minggu (19/1/2020).

Kapal-kapal yang melakukan penyeberangan Sanur-Nusa Penida, Sanur-Lembongan rata-rata kapal Fast Boat per hari sekitar 20 unit.

Kadang juga 19 atau berkurang 18 kapal. Karena tergantung penumpang. Jika padat penumpang bisa mencapai 20 kapal. 

"Biasanya satu sampai dua trip saja. Satu trip itu pulang-pergi. Kalau kapal-kapal tertentu yang penumpangnya banyak, mereka upayakan dua trip. Masuk pertengahan bulan, jumlah pengunjung tampak berkurang. Beda halnya kalau saat musim liburan seperti Natal dan Tahun Baru," ujarnya.

Fast Boat di Sanur berkapasitas 50 orang sampai 100 orang. Jika tidak ramai kapal hanya memuat 20-30 penumpang saja.

Dia mengungkapkan untuk aspek keselamatan sejauh ini cuaca cukup kondusif untuk pelayaran. 

Pada pagi hari timnya diberi info BMKG untuk jadi referensi pelayaran.

Selain itu pihaknya memantau kondisi perairan sekaligus meminta konfirmasi dari para Kapten perihal bagaimana kondisi pelayaran yang dilalui. Jika memungkinkan dilepas akan dilepas dengan koordinasi pelabuhan tujuan. 

 Jumlah Fast Boat di Sanur ini saat ini berkisar 50 unit sementara yang beroperasi sekitar 18-20 unit saja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

klungkung pendapatan asli daerah
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top