BPD Bali Sasar Transaksi Pembayaran Online QRIS di 17 Pasar

BPD Bali dengan Quick Respon Code Indonesian Standard (QRIS) atau sistem pembayaran barcode-nya kini tengah menyasar 17 pasar di Bali bersama 4.000 UMKM-nya untuk bertransaksi melalui aplikasi digital tersebut.
Busrah Ardans
Busrah Ardans - Bisnis.com 29 Desember 2019  |  13:15 WIB
BPD Bali Sasar Transaksi Pembayaran Online QRIS di 17 Pasar
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Trisno Nugroho (kiri), Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma (tengah) dan Wali Kota Denpasar Rai Mantra (kanan) melakuan donasi melalui aplikasi QRIS di Stand BPD Bali dalam acara Denpasar Festival, Sabtu (28/12 - 2019), sore.

Bisnis.com, DENPASAR-- Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali dengan Quick Respon Code Indonesian Standard (QRIS) atau sistem pembayaran barcode-nya kini tengah menyasar 17 pasar di Bali bersama 4.000 UMKM-nya untuk bertransaksi melalui aplikasi digital tersebut.

Direktur Oplperasional BPD Bali, Ida Bagus Gede Setia Yasa mengatakan pihaknya sudah punya 17 pasar dengan e-retribusi dengan jumlah UMKM 4.000 sehingga kedepan lebih mudah mengakomodir-nya.

"Kalau sekarang kita sudah punya 4.000 segmen pasar yang diakuisisi dalam menggunakan elektronifikasi E-retribusi pasar. Itu akan kita konversi menjadi QRIS. Saat ini sudah ada 400, kita target seluruh pasar itu sudah pakai QRIS. 

Di Klungkung sudah (pasar seni), Januari di Singaraja, di Negara retribusi pasar sudah jalan. Daerah pariwisata sebagai percontohan seperti Tanah Lot , Uluwatu, sudah memakai dan segera juga UMKM-nya," kata dia usai peluncuran QRIS di Denpasar Festival, Sabtu (28/12/2019), sore. 

Bukan hanya UMKM, 400 Pura juga tercatat telah menggunakan QRIS untuk donasi. Timnya terus menyebarkan di sekolah-sekolah, kantin, kampus dengan harapan para milenial yang meneruskan.

Paling tidak kata dia, tahun depan bertambah lagi hingga mencapai 30.000 sampai 40.000 pelaku UMKM. 

"Dengan jumlah 4.000 UMKM tahun depan kami rasa akan lebih masif karena alat transaksi yang mudah diakses, bisa digunakan multi penerbit. Ovo boleh, GoPay boleh, Link Aja juga bisa, BPD mobile juga. Jadi semuanya bisa yang sudah mengadopsi QRIS. Tujuan aplikasi QRIS memang lebih ke arah UMKM," kata dia. 

Kedepan, user-user mobile banking yang disebut elling-LPD (di desa-desa) yang berjumlah 1.400 LPD yang sudah tersistemasi bisa menggunakan layanan QRIS juga. 

Sejak awal transaksi non tunai, BPD memiliki 360.000 pemakai atau userde ngan jumlah ATM 267.000 yang pengguna ATM existing mobile banking sudah ada. Dengan existing penggunaan tiap bulannya dari 2.000 sampai 3.000.

"Masing-masing existing tersebut memiliki akses mobile banking. Hingga capaiannya kini nasabah mobile banking berjumlah 50.000. Kami targetnya kedepan 360.000 user pengguna QRIS," jelasnya. 

Bahkan tidak saja nasabah yang berekening di BPD Bali, dari BPR, koperasi pun bisa. 

Dalam acara Denpasar Festival yang melibatkan para UMKM, sebanyak 247 UMKM telah bekerjasama menggunakannya QRIS.  

Transaksi di Denpasar Festival sudah mencapai ratusan pengunjung. Tahun lalu pada acara yang sama BPD mencatat transaksi pengunjung sebesar 45.000 kali yang berkolaborasi dengan beberapa penerbit seperti Ovo dan GoPay. Sementara di tahun ini tentu kami menargetkan lebih.

"Kali ini kami berkolaborasi dengan seluruh penerbit sehingga dimungkinkan jumlah transaksi bertambah," ujar Setia Yasa.

Dia menyebut berbagai pihak perlu mengedukasi, apalagi pihaknya berencana cross border, dengan negara lain seperti Singapura.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali Trisno Nugroho menjelaskan Bank BPD ialah salah satu Bank yang memperoleh izin dari Bank Indonesia untuk menggunakan QRIS. 

BPD sudah sanbook namanya, sudah pilot project beberapa kali, dari Rakornas hingga di Tampaksiring, Klungkung, Bangli itu sudah dicoba. Tanggal 18 Desember kemarin, BPD mendapatkan izin dari 26 PJP dari bank dan non bank yang sudah mendapatkan izin QRIS ini. 

"BPD Bali astungkara nomor dia setelah BPD DKI," jelas Trisno.

Dia menyebut QRIS untuk memudahkan transaksi, untungnya uangnya langsung masuk dan tidak khawatir terpakai, karena langsung masuk ke rekening. Pun mempercepat setoran bagi UMKM. 

Dari 247 UMKM yang ikut Denpasar Festival semua menggunakan QRIS. Ini mungkin pertama di Indonesia. 

Memang sasaran pak Dirut dengan BI kita dorong pakai QRIS. Jika dia sudah kenal Bank lama-lama dapat kredit bisa kan? Melalui QRIS ini salah satu tools mengenal Bank agar inklusif. Inklusif ke semua UMKM di Bali," sebut dia. 

Dari 1,4 Juta UMKM di Indonesia, Bali ada 26.000 dan terbanyak di Denpasar ada 10.000. Tadi sudah ada 247 UMKM yang menggunakan QRIS. 

Setelah ini UMKM di pasar-pasar juga didorong menggunakan aplikasi ini. Kemudian kita juga akan komunikasi dengan Universitas (mahasiswa) seperti menjalankan startup.

Tahun depan di acara Denfest lagi, kita target sudah ada 50.000-100.000 UMKM Bali menggunakan QRIS," ungkapnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bpd bali, sistem pembayaran

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top