Pelabuhan Gili Mas Diyakini Mampu Sedot Wisatawan Cruise ke Lombok

Keberadaan Pelabuhan Gili Mas di Lembar, Nusa Tenggara Barat (NTB) diyakini bisa menyedot lebih banyak wisatawan kapal pesiar sejalan dengan upaya menjadikan Lombok sebagai bagian dari program 10 destinasi Bali Baru.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 05 November 2019  |  14:17 WIB
Pelabuhan Gili Mas Diyakini Mampu Sedot Wisatawan Cruise ke Lombok
Wisatawan asing saat turun dari saat kapal pesiar Sun Princess Cruise di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Nusa Tenggara Barat, pada Selasa (5/11/2019). Wisatawan asing yang kebanyakan dari Australia ini berencana mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Lombok. - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, MATARAM – Keberadaan Pelabuhan Gili Mas di Lembar, Nusa Tenggara Barat (NTB) diyakini bisa menyedot lebih banyak wisatawan kapal pesiar sejalan dengan upaya menjadikan Lombok sebagai bagian dari program 10 destinasi Bali Baru.

Direktur Operasi dan Komersial P Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Putut Sri Muljanto mengatakan pembangunan dermaga Pelabuhan Gili Mas Lembar sudah rampung, sehingga kapal pesiar berukuran besar bisa langsung bersandar di Lombok.

“dapun pembangunan terminal penumpangnya akan terus kami garap, sehingga seluruh proyek pengembangan Pelabuhan Gili Mas rampung pada Februari 2020,” jelasnya di sela-sela penyambutan perdana Sun Princess dari Fremantle Australia di Dermaga Gili Mas pada Selasa (5/11/2019).

                Dermaga sepanjang 440 meter di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat – Bisnis/Peni Widarti

Dia mengungkapkan selama ini kapal pesiar besar yang ingin singgah di Lombok hanya bisa berhenti di sekitar Pelabuhan Lembar, dan para penumpang harus menggunakan sekoci untuk menuju daratan.

“Dermaga ini dirancanag memiliki kapasitas panjang kapal sampai 440 meter sehingga bisa disandari kapal pesiar besar. Dan ini diharapkan bisa menarik wisman cruise untuk datang ke Lombok,” tuturnya.

Putut menambahkan pengembangan Pelabuhan Gili Mas untuk dermaga dan terminal penumpang ini menelan investasi Rp500 miliar. Setelah kedatangan Sun Pricess, rencananya pelabuhan itu masih akan kedatangan cruise lagi sebanyak tujuh calls mulai November hingga Desember ini.

Dia memerinci sepanjang Januari hingga Oktober tahun ini, kapal pesiar yang singgah di Lombok mencapai enam calls, sehingga secara total tahun ini ada 14 calls. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dengan kunjungan cruise 2017 dan 2018 yang masing-masing hanya delapan 8 calls.

Secara total tingkat kunjungan cruise di pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo III tahun ini akan mencapai 155 calls, dan hingga Oktober 2019 sudah ada 119 cruise yang bersandar. Jumlah kunjungan cruise tahun ini meningkat dibandingkan dengan 2018 yang hanya 139 calls.

Dalam kesempatan yang sama Wakil Gubernur NTB Siti Rohmi Djalilah mengatakan Lombok terus berbenah setelah gempa Juli 2018. Tingkat kunjungan wisawatan tahun tahun ini pun ditargetkan bisa tembus 4 juta wisatawan asing dan domestik dan tahun depan diharapkan tembus 4,5 juta wisatawan.

“Satu tahun setelah gempa, alhamdulillah Lombok sudah normal. Rehabilitasi dan kondisi psikologi masyarakat juga pulih. Infrastruktur juga sudah siap untuk membangun kembali pariwisata Lombok,” ungkapnya.

Untuk meyakinkan wisatawan datang ke Lombok, Pemprov NTB pun menyiapkan diri dari segala sisi termasuk kesiapan SDM berikut sistem dan mitgasi bencana. Menurutnya, bencana bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, tetapi bagaimana masyarakat Lombok menghadapinya.

Siti Rohmi menambahkan pemerintah juga akan mendorong pengembangan desa wisata di Lombok yang punya potensi sangat besar, termasuk mempermudah regulasi masuknya investasi ke daerah itu.

“Kami sediakan karpet merah dan karpet hijau bagi investor dan menyediakan lingkungan yang baik supaya menarik investor, dengan tujuannya adalah imbas pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Tahun ini investasi sektor pariwisata di NTB mencapai Rp6,8 triliun, terbanyak untuk proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sekitar Rp2,3 triliun yang akan ada area sirkuit MotoGP.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, lombok

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top