Gerai Ritel Terbesar Coco Group di Siligita Nusa Dua Diresmikan

Coco Group, perusahaan jaringan ritel asal Bali membuka tiga gerai baru sekaligus, yakni Coco Supermarket, Natys Restaurant dan outlet Coco Roti di dalam satu areal kawasan Siligita, Nusa Dua.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 28 Oktober 2019  |  14:50 WIB

Bisnis.com, DENPASAR—Coco Group, perusahaan jaringan ritel asal Bali membuka tiga gerai baru sekaligus, yakni Coco Supermarket, Natys Restaurant dan outlet Coco Roti di dalam satu areal kawasan Siligita, Nusa Dua. 

Gerai yang berada di lahan seluas lebih dari 1.000 meter persegi ini diharapkan mendekatkan perusahaan ritel lokal ini terhadap pasar khususnya segmen menengah atas dan wisatawan mancanegara.

Managing Director Coco Group Wayan Sudira menegaskan pembukaan tiga gerai baru dalam lokasi di kawasan luar ITDC tersebut mengadopsi konsep one stop shopping.

“Ini untuk mengakomodir perkembangan gaya hidup saat ini, orang ingin mendapatkan semuanya dalam satu tempat. Disini bisa meeting dan juga memenuhi gaya hidup sekaligus kebutuhan sehari-hari,” tuturnya saat peresmian pada Minggu (27/10/2019) malam di Nusa Dua.

Owner Coco Group I Nengah Nantya mengungkapkan gerai baru ini yang terluas dibandingkan dengan seluruh gerai yang dimiliki perusahaanya. Coco saat ini memiliki sebanyak 116 gerai tersebar di seluruh Bali hingga Lombok. Tambahan tiga gerai baru menjadikan total gerai milik Coco Group mencapai 119 unit.

Dia menjelaskan konsep one stop shopping ini merupakan upaya untuk mengadopsi perkembangan jaman. Adapun pemilihan lokasi di Siligita karena pertimbangan strategis, dekat dengan kawasan hotel bintang lima sekaligus langsung berdampingan dengan perumahan penduduk.

“Item harga di sini mix market. Karena disini ada lokal dan turis kita akan garap kedua-duanya kami akomodir. Untuk harga tertentu masih sama murahnya seperti di Jimbaran tetapi harga tertentu seperti produk impor kami sesuaikan dengan pasar,” tuturnya.

Pria asal Karangasem ini pun optimistis tambahan tiga gerai sekaligus  dengan nilai investasi Rp30 miliar dapat meningkatkan pertumbuhan pendapatan. Hingga akhir Oktober 2019, pendapatan Coco Group dari segmen ritel mengalami peningkatan sebesar 12%. Dengan penambahan gerai baru, diyakini pendapatan bisa bertumbuh hingga 14%.

Menurutnya, meskipun pasar ritel di Tanah Air diprediksi hanya tumbuh sekitar 10%, tetapi untuk di Bali masih sangat menjanjikan. Khusus Pulau Dewata, pertumbuhannya masih dapat naik dua digit karena merupakan daerah wisata yang banyak mendapatkan kunjungan wisatawan.

Nantya menekankan pembukaan gerai ini bagian dari proses inovasi yang ditempuh Coco Group. Di gerai terbaru ini, Coco juga memperkenalkan Coco Pay platform pembayaran digital resmi milik Coco Group yang bekerja sama dengan DOKU. 

Coco Group berevolusi dari cita-cita sederhana pendirinya I Nengah Natyanta & sang istri, Ni Ketut Siti Maryati. Mereka membawa Coco Group kini menjadi leader industri ritel di Bali dengan brand “Coco Mart”, “Coco Express”, “Coco Supermarket” dan “Coco Grosir”.

Didirikan pada 2006, Coco Group saat ini memainkan peran penting dengan lebih 119 outlet di Bali dan Lombok. Rencananya, pada 2020 mendatang Coco Group akan melantai di bursa Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, ritel

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top