Pariwisata Nusa Penida Terhambat Akses Internet

Saat ini penyediaan jaringan internet di Nusa Penida Klungkung masih minim, bahkan ada beberapa lokasi yang blank spot.
Sultan Anshori
Sultan Anshori - Bisnis.com 10 September 2019  |  20:28 WIB
Pariwisata Nusa Penida Terhambat Akses Internet
Peresmian pengoperasian Internet Desa, Ides Cafe di Desa Sidayu Tojan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali Selasa, (10/9 - 2019).

Bisnis.com,  KLUNGKUNG— Saat ini penyediaan jaringan internet di Nusa Penida Klungkung masih minim, bahkan ada beberapa lokasi yang blank spot.

Sekda Klungkung Gede Putu Winastra menjelaskan total ada empat desa yang masih blank spot.

"Oleh karena itu kami berharap dengan adanya desa digital Ides Cafe oleh ICON+ yang dilaunching di Klungkung ini juga berimbas terhadap menyediakan internet di pulau Nusa Penida," ujarnya saat peresmian pengoperasian Internet Desa, Ides Cafe di Desa Sidayu Tojan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali Selasa, (10/9/2019).

Winastra menyatakan, penyediaan jaringan internet di Klungkung terutama di pulau Nusa Penida sangat dibutuhkan untuk menunjang industri pariwisata. 

Menurutnya, hal ini menjadi kebutuhan utama bagi wisatawan yang datang karena kesulitan untuk mencari akses jalan menuju lokasi destinasi yang ada disana.

Oleh sebab itu, Winastra yang mewakili masyarakat Nusa Penida meminta untuk segera dibangun akses internet disana.

Winastra menyebut, jika salah satu syarat harus ada kanal PLN disana dia memastikan semua sudah terpasang kanal PLN, karena saat ini program listrik sudah mulai masuk ke dusun-dusun yang ada disana.

"Nusa Penida memiliki destinasi wisata yang bagus dan dibutuhkan cara untuk memviralkan. Oleh sebeb itu, program ini benar-benar sangat dibutuhkan oleh masyarakat kami," ujarnya.

Direktur Utama ICON+ Hikmat Dradjat mengatakan, saat ini pemerintah sedang menargetkan pemasangan jaringan internet di  1.500 titik desa di Indonesia termasuk didalamnya pulau Bali.

Dradjat mengatakan, akses internet di Bali akan dipasang secara bertahap di 1460 desa adat, dan 600 desa dinas dengan target selesai pemasangan pada awal tahun depan.

Dia memastikan hal itu akan mudah, apalagi hal ini juga didukung oleh regulasi pemerintah daerah yang sebelumnya juga melakukan pemasangan akses internet ditingkat desa baik desa dinas maupun desa adat sebanyak 4.000 titik. 

"Khusus untuk di Klungkung kami akan segera melakukan pemasangan akses internetnya sesuai dengan pesan ibu Menteri," ujarnya.

Drajat menyebut, ada beberapa tujuan utama dari keberadaan ICON+ dalam penyediaan internet di desa ini, diantaranya pertama sebagai peningkatan pendidikan masyarakat melalui kemudahan akses informasi dan distance learning, kedua, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan menciptakan komunitas digital di pedesaan.

"Dan terakhir sebagai solusi desa digital yang mensinergikan pelayanan pemerintah desa dengan masyarakat melalui teknologi informasi dan komunikasi," ujarnya.

Ides Cafe sendiri merupakan program internet rakyat sebagai bentuk sharing economy model untuk meningkatkan bandwidth per kapita yang diinisiasi oleh ICON+ yang merupakan anak perusahaan PT PLN (Persero) dengan memanfaatkan jaringan PLN sebagai akses sambungannya ke desa-desa yang ada di seluruh Indonesia.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, dengan adanya Ides Cafe, diharapkan masyarakat dan pemerintah di desa-desa akan dapat memanfaatkan koneksi internet secara gratis sesuai dengan slogan resmi Ides Cafe, yakni Connecting To Unconnected People dimana program ini merupakan bentuk dukungan PLN melalui ICON+ sebagai bagian dari BUMN untuk mengembangkan Desa Berlistrik dan Berinternet.

Rini mengungkapkan keberadaan Ides Cafe ini adalah wujud nyata BUMN Hadir untuk Negeri. Saat ini kebutuhan masyarakat akan informasi menjadi hal utama untuk lebih melek teknologi dan informasi, dalam rangka mendukung SDM Unggul dan berdaya saing tinggi.

Rini juga menegaskan, masyarakat desa dan komoditas lokal, terutama di desa-desa yang belum mendapatkan akses internet ini akan semakin memiliki daya saing dalam menghadapi persaingan global, serta mampu mewujudkan konsep Nawacita di bidang ekonomi dengan mengadopsi teknologi informasi

"Semangat pembangunan Ides Cafe untuk menghadirkan konektivitas kepada masyarakat di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Nusa Penida, internet

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top