Lingkungan Tetap Jadi Fokus Kegiatan Suksema Bali 2019

Isu lingkungan yang disebabkan oleh sampah plastik menjadi perhatian khusus bagi pelaku industri pariwisata di Bali dalam kegiatan Suksma Bali 2019.
Sultan Anshori
Sultan Anshori - Bisnis.com 31 Agustus 2019  |  17:35 WIB
Lingkungan Tetap Jadi Fokus Kegiatan Suksema Bali 2019
Wisatawan mancanegara (wisman) membersihkan sampah yang berserakan di kawasan Pantai Kuta, Badung, Bali - ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Bisnis.com, BADUNG—Isu lingkungan yang disebabkan oleh sampah plastik menjadi perhatian khusus bagi pelaku industri pariwisata di Bali dalam kegiatan Suksma Bali 2019.
Ketua Global Hospitality Expert (GHE) Bali Yoga Iswara mengatakan, selama ini ada lima sumber masalah yang dapat mencemari lingkungan diantara seperti botol plastik, kantor plastik, styrofoam karangan bunga, styrofoam pembungkus makanan serta pipet plastik.
Dia mengatakan, salah satunya disumbangkan oleh industri hotel dan penginapan. Dikatakan, dulunya industri ini bisa menyumban produksi sampah plastik dari botol mineral sebanyak 57 juta jika tingkat hunian rata-rata sekitar 60% setiap tahunnya. Hal tersebut berasal dari 130.000 ribu kamar penginapan yang tersebar di Bali dan 80%nya terdapat di wilayah Badung.
Oleh sebab itu, melalui kegiatan world clean up day di acara suksma Bali 2019 ini, pihaknya terus dorong agar pihak manajemen tidak lagi menggunakan botol mineral plastik setiap harinya.
"Sehingga itu bisa menjadi opsi alternatif untuk menekan peredaran sampah plastik di lingkungan sekitar," ujarnya saat kegiatan press release kegiatan Suksma Bali 2019 yang digelar di salah satu hotel di Tuban, Badung Bali, Jumat, (30/8/2019).
Tak hanya itu, melalui kebijakan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Plastik Sekali Pakai juga menekan penggunaan plastik di masyarakat. Terbukti, saat ini ketika kita berbelanja di supermarket, minimarket dan sejenisnya, tidak lagi ditemukan lagi kantong plastik. 
Oleh sebab itu, gerakan peduli lingkungan dapat diartikan sebagai gerakan bersama untuk terus menjaga lingkungan khususnya di Bali agar tetap terjaga. Sehingga dampak positifnya bisa dirasakan oleh generasi yang akan datang.
Ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Ramia Adnyana mengatakan, kegiatan tahun ini mengambil topik “memuliakan air" dengan konsep ber-Suksma Parahyangan, Suksma Pawongan, dan Suksma Palemahan yang merupakan bentuk pengimplementasian Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang mempunyai arti menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya. Kata dia, Suksma Bali adalah manifestasi refleksi dukungan kepada budaya, lingkungan dan seluruh masyarakat Bali. 
"Tidak hanya pihak manajemen hotel, kami juga akan libatkan semua pihak untuk menjadi volunteer dalam kegiatan ini," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata bali, Sampah Plastik

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top