Jusuf Kalla Mendorong Hasil Riset Bisa Dikomersialisasikan

Wakil Presiden Jusuf Kalla mendorong agar hasil produk riset inovasi teknologi bisa dikomersialisasikan. 
Sultan Anshori
Sultan Anshori - Bisnis.com 28 Agustus 2019  |  15:15 WIB
Jusuf Kalla Mendorong Hasil Riset Bisa Dikomersialisasikan
Wakil Presiden Jusuf Kalla di dampingi Menteri Ristekdikti Mohammad Nazir saat meninjau pameran teknologi di kegiatan Hari Teknologi Nasional (Harteknas) di Denpasar, Bali, (28/8/2019) - Bisnis/Sultan Anshori.

Bisnis.com, DENPASAR— Wakil Presiden Jusuf Kalla mendorong agar hasil produk riset inovasi teknologi bisa dikomersialisasikan. 

Menurut dia, teknologi tidak hanya sebatas di bidang IT dan manufaktur saja, tetapi juga inovasi dalam bidang pelayanan dan sistem. Dia mencontohkan beberapa startup atau usaha rintisan yang mengadopsi hasil riset inovasi teknologi mampu memikat hati masyarakat.

Inovasi yang dibutuhkan saat ini dibidang pangan karena Indonesia masih sering impor beras dan daging dari negara lain. 

"Karena sebuah inovasi dapat bermanfaat yang bisa dikomersilkan. Tapi jika tidak, hanya memenuhi lemari buku untuk menampung apa yang kita tulis. Oleh sebab itu dibutuhkan kerjasama antara akademisi dengan universitas dan para pengusaha," ujarannya Rabu, (28/8/2019).

Jusuf Kalla menekankan, perlunya perubahan mindset seperti budaya membaca dan riset agar bisa meningkatkan mutu dan kemajuan bangsa. Menurutnya, sudah bukan eranya kampus atau lembaga riset membanggakan cerita atau sejarah masa lalu.

Menurut JK yang harus dipikirkan negara ini adalah bagaimana bisa maju dan berkembang di bidang riset dan teknologi agar mampu lebih baik dari Filipina dan Thailand.

Masa lalu, kata Jusuf Kalla penting hanya sebatas mengenal sejarah, dan sejarah penting untuk pengalaman. Akan tetapi yang kita butuhkan adalah inovasi ke depan.

Dirinya meyakini bahwa sebenarnya kemampuan otak orang Indonesia tidak jauh berbeda dengan kemampuan otak orang Jepang dan Amerika.

Oleh karena itu, dia meminta agar masyarakat khususnya para pakar inovasi harus memanfaatkan kodrat pemberian dari tuhan untuk kemajuan bangsa dan negara.

"Jika ada universitas yang masih melihat kejayaan di masa lalu, tidak ada ubahnya seperti lembaga museum yang mengoleksi benda-benda dan narasi masa lalu," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jusuf kalla

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top