Indonesia Menuju Green Economy

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mendorong perguruan tinggi, lembaga penelitian dan pengembangan (lemlitbang) untuk menghasilkan inovasi yang mengarah pada 'green economy' yang ramah lingkungan.
Sultan Anshori
Sultan Anshori - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  22:56 WIB
Indonesia Menuju Green Economy
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir saat pembukaan Rangkaian Kegiatan Ilmiah Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 Tahun 2019 di Sanur, Denpasar pada Senin (26/9/2019). JIBI/Bisnis - Sultan Anshori

Bisnis.com, DENPASAR -  Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mendorong perguruan tinggi, lembaga penelitian dan pengembangan (lemlitbang) untuk menghasilkan inovasi yang mengarah pada 'green economy' yang ramah lingkungan. 

Karena menurut dia, saat ini era menuju green economy, isu lingkungan menjadi isu strategis. Seperti sekarang polusi udara yang begitu dahsyat, apalagi di Jakarta, sehingga kendaraan listrik ke depan menjadi solusi.

Nasir juga menyampaikan saat ini sudah ada produk prinsipal dari Indonesia yang menjawab tantangan green economy, yaitu motor listrik Gesits yang dihasilkan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

"Alhamdulillah dari Gesits ini diinisiasi oleh para peneliti dari ITS, ITB, dan ini sudah diproduksi PT Wijaya Karya, produksinya sudah mencapai kapasitas lima puluh ribu per tahun," ujarnya saat pembukaan Rangkaian Kegiatan Ilmiah Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 Tahun 2019 di Sanur, Denpasar pada Senin (26/9/2019).

Langkah tersebut juga diapresiasi oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Dia menyampaikan, untuk mendukung inovasi dalam negeri, terutama dalam bidang alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Saat ini Kemenhan telah mengalokasikan anggaran Rp16 triliun untuk industri pertahanan nasional, terutama melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Strategis yang mencakup PT Pindad, PT PAL, PT Dirgantara Indonesia.

Dengan begitu, pihaknya ingin menunjukkan pada dunia bahwa, produksi alutsista TNI dalam negeri memiliki kualitas dan performa yang handal, serta prima dalam memperkuat sistem pertahanan negara Indonesia.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
menristekdikti, Sepeda Motor Listrik

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top