Kurang Risiko, Denpasar Buat Titik Merokok di Sepanjang Sanur

ota Denpasar mengampanyekan gerakan kurani risiko dengan membuat titik-titik lokasi bagi perokok di sepanjang Pantai Sanur.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 22 Juli 2019  |  10:06 WIB
Kurang Risiko, Denpasar Buat Titik Merokok di Sepanjang Sanur
Peluncuran titik bagi perokok di Pantai Sindhu, Denpasar. JIBI/Bisnis - Ferry Kristianto

Bisnis.com, DENPASAR - Kota Denpasar mengampanyekan gerakan kurani  risiko dengan membuat titik-titik lokasi bagi perokok di sepanjang Pantai Sanur.

Sebanyak 5 titik tempat merokok saat ini sudah terpasang di pantai Mertasari, Sindhu, Segara, Biaung,  Padanggalak dari rencana total ada 10 lokasi.

Pembuatan titik merokok ini melibatkan komunitas Malu Dong dan PT HM Sampoerna Tbk serta pegiat media sosial.

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) I Ketut Adi Wiguna Pemkot Denpasar menyatakan pemasangan ini untuk meningkatan kesadaran masyarakat tidak membuang sampah sembarangan khususnya perokok.

“Masyarakat kalau dilarang, malah merokok di bawah papan larangannya. Ini yang banyak dan mulai diperhatikan pemerintah, smoke free area salah satunya di pesisir pantai supaya masyarakat tahu di sini bisa merokok dan tinggal diawasi,” tuturnya ditemui di Sanur di sela-sela kampanye kurangi risiko, Minggu (21/9/2019).

Keberadaan titik merokok ini diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik sehingga tidak ada lagi sisa sisa puntung rokok di pantai bertebaran di mana mana.

Adanya pemasangan area smoking ini bisa menyelamatkan sampah di tempat di pantai, dan harapannya agar bisa diteruskan ke tempat lain seperti  lapangan Lumintang dan wilayah pantai lainnya  Sindu Mertasari, Padanggalak dan lainnya.

Pihaknya meminta masyarakat yang berjualan, khususnya para pengunjung betul betul memanfaatkan tempat smoke area di kawasan Pantai Sanur.

Langkah Nyata

Pegiat media sosial Puja Astawa mengapresiasi langkah Pemkot Denpasar.

 Wiguna menyatakan langkah nyata dari seluruh elemen sangat diperlukan untuk mengatasi masalah dari puntung rokok.

 Astawa berharap aksi positif #KurangiResiko ini diikuti daerah-daerah lainnya di Bali, terutama yang mengandalkan pariwisata sebagai sumber perekonomian.

“Saya bangga dengan keseriusan Komunitas Malu Dong untuk menyelesaikan masalah puntung rokok. Harapan saya, gerakan #KurangiResiko ini akan mengembalikan keindahan wisata Denpasar dan juga Bali, karena pariwisata adalah roda penggerak ekonomi di sini,” ujar Puja.

 Menurut dia, sampah dan puntung rokok merupakan permasalahan serius yang harus segera diatasi. Jika tidak, bukan hanya persoalan perekonomian yang terganggu, tetapi faktor kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan juga akan terpengaruh.

“Saya mengajak kawan-kawan di seluruh Bali. Ayo, bersama-sama kita lestarikan lingkungan yang selama ini sudah dijaga baik oleh generasi pendahulu. Sekarang, ini adalah tanggung jawab kita demi menjamin kelangsungan alam untuk masa depan generasi mendatang yang lebih baik lagi,” tegas Puja. 

Di video yang sudah ditonton ratusan ribu pemirsa ini, ia mengimbau perokok untuk sayangi diri sendiri dengan berhenti rokok.

Akan tetapi, jika susah berhenti, perokok disarankan beralih ke produk tembakau alternatif. Tujuannya untuk mengurangi risiko bagi diri sendiri dan sekitarnya.

“Usaha mengurangi risiko itu banyak caranya, bisa dengan buang sampah pada tempatnya, atau ganti rokok dengan produk alternatif,” ujar Puja.

Pantai Kotor

Puja mengungkapkan, Pulau Bali memang sudah sangat terkenal, namun  masih ada yang punya anggapan, kalau bule atau wisman tidak datang tidak masalah. Dia menuturkan, pengalamannya ketika bertemu beberapa bule tidak mau balik ke Bali, karena pantainya kotor. Untuk itu, harus membangun kepedulian dari atas, bawah semua pihak saling mendukung.

Menurutnya, adanya smoking area seperti negara lainnya, tentunya diharapkan perokok bisa membiasakan diri, memberi contoh kepada yang lain, agar menyesuaikan diri sebagai perokok pada tempatnya

Pendiri Komunitas Malu Dong, Komang Bemo Sudiarta menjelaskan gerakan #KurangiResiko bertujuan untuk memberikan edukasi bagi seluruh masyarakat di Bali. Harapannya, masyarakat mulai sadar betapa bahayanya sampah dan puntung rokok bagi lingkungan dan kesehatan.

“Jangan sampai aktivitas yang acuh membuang puntung rokok dan sampah sembarangan dapat merugikan banyak pihak, termasuk masa depan pariwisata di Bali,” kata Sudiarta.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wisatawan, sanur, merokok

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top