Jalan Pintas Mengwitani-Singaraja Dikebut, Ditargetkan Rampung 2021

Pembangunan jalan pintas Mengwitani, Kabupaten Badung ke Singaraja, Kabupaten Buleleng terus dikebut agar bisa rampung pada 2021.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  18:38 WIB
Jalan Pintas Mengwitani-Singaraja Dikebut, Ditargetkan Rampung 2021
Gubernur Bali Wayan Koster - Antara

Bisnis.com, TABANAN—Pembangunan jalan pintas Mengwitani, Kabupaten Badung ke Singaraja, Kabupaten Buleleng terus dikebut agar bisa rampung pada 2021.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan proses pembangunan shortcut Mengwitani-Singaraja merupakan program prioritas infrastruktur terintegrasi pada masa kepemimpinannya.

"Prioritas kita membangun infrastruktur yang terintegrasi, darat, laut, maupun udara, semua harus saling mendukung," katanya, Kamis (18/7/2019).

Koster menyampaikan hal tersebut dalam acara ground breaking jalan pintas Mengwitani-Singaraja Km 47+800 (SC4) di Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan. Hadir dalam acara ini di antaranya Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Benny Susianto dan Bupati Tabanan Eka Wiryastuti.

Menurut Koster setelah titik 3-6 yang rampung pada akhir 2019 akan terus dikebut hingga keseluruhan jalan pintas rampung pada 2021.

Dia menegaskan proyek ini harus segera terwujud karena sudah dapat komitmen dari Menteri Pekerjaan Umum dan Koster sendiri yang akan mengawal.

Terkait pembebasan lahan, telah dianggarkan Rp230 miliar ditambah dana dari APBD Perubahan. Koster memastikan pembebasan lahan tuntas tahun ini atau awal tahun depan dan pembangunan fisik bakal terus dikebut.

Koster mengingatkan pembebasan lahan jangan sampai menimbulkan ketidakpuasan dari warga terdampak pembangunan shortcut Mengwitani-Singaraja ini.

"Kita ganti tanahnya dengan harga pantas dan, bahkan, ada yang kita buatkan rumah baru lengkap dengan sanggah [bangunan untuk persembahyangan],” tuturnya.

Kata dia kelak jika jalan pintas ini rampung bukan hanya mempersingkat waktu tempuh Mengwitani-Singaraj, tetapi juga memberikan kenyamanan berkendaraan.

"Lebih jauh lagi akan menciptakan titik perekonomian baru, bisa restoran, hotel untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," ujarnya.

Dia menambahkan jala pintas ini juga untuk memperlancar integrasi infrastruktur, misalnya untuk bandara di Bali utara jalan pendukungnya ditata dengan perencanaan yang matang.

Kepala Balai Besar Perbaikan Jalan Nasional(BBPJN ) VIII I Ketut Darma Wahana mengatakan hingga kini progres pembangunan titik 5-6 telah rampung 60%, sedangkan titik 3 telah selesai 30% dan progres titik 4 mencapai 30%.

Wahana menjelaskan titik 3-4 akan mempersingkat waktu tempuh 5 menit dengan memperpendek jarak 800 meter. Ia menyebut kendati sedikit tetapi memberikan kenyamanan lebih karena memangkas dari 15 tikungan menjadi 5 tikungan dengan kemiringan 6 derajat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top