Gali Kearifan Lokal, NTT Gelar Festival Panggil Ikan di Alor

Pemprov Nusa Tenggara Timur menggelar kegiatan unik berbasis kearifan lokal bertajuk Festival Panggil Ikan, di Pulau Alor, 19-25 Juli 2019.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 17 Juli 2019  |  16:15 WIB
Gali Kearifan Lokal, NTT Gelar Festival Panggil Ikan di Alor
Ikan Dugong. - Ist

Bisnis.com, DENPASAR — Pemprov Nusa Tenggara Timur menggelar kegiatan unik berbasis kearifan lokal bertajuk Festival Panggil Ikan, di Pulau Alor, 19-25 Juli 2019.

Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur I Wayan Darmawa mengatakan festival yang sangat unik ini digelar langsung di alam bebas perairan Kabupaten Alor, dipandu seorang pawang ikan duyung atau dikenal dengan dugong.

“Festival memanggil ikan dugong ini baru pertama kali digelar, dikolaborasikan dengan berbagai atraksi seni budaya dan kuliner khas Alor,” katanya ketika dihubungi, Rabu (17/7/2019).

Menurut Darmawa ikan dengan nama ilmiah ‘Dugong dugon’ itu merupakan salah satu satwa yang dilingdungi karena keberadaannya di perairan tersebut kian langka dan terancam punah.

Selain memperkenalkan kekayaan flora dan fauna di perairan sekitar Pulau Alor, festival ini mengedukasi pengunjung untuk ikut menjaga kelestarian alam di wilayah tersebut.

Kata dia untuk menyaksikan hewan mamalia ini pengunjung diantar seorang pawang dengan menumpang perahu menuju tempat memanggil sekawanan ikan dugong untuk mendekat.

Selama ini, lanjut Darmawa, wisatawan dari Australia, Eropa, Amerika Serikat maupun Asia, khususnya Jepang, meminati wisata panggil ikan ini.

“Festival ini akan kami adakan berkala sebagai kalender wisata tahunan untuk menarik wisatawan mancanegara maupun domestik ke Alor,” ujarnya.

Selama sepekan, festival juga diisi dengan berbagai acara seperti atraksi menenun, seni budaya, kuliner, jelajah alam baik darat maupun laut, gerakan kebersihan, aneka lomba, dan pameran UMKM.

Pada hari pertama, Jumat (19/7/), akan dilakukan pembukaan festival oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat yang diawali dengan gerakan budaya bersih dan peresmian wahana edukasi di Kelurahan Kabola, Alor.

Hari kedua, Sabtu (20/7/2019), menyaksikan ritual dan atraksi wisata alam dugong, gerakan Alor bersih dan bebas sampah, peresmian bank sampah, dan peletakan batu pertama pembangunan wisma wisata di Desa Wolwai, Alor.

Hari selanjutnya hingga sepekan pengunjung bisa menyaksikan wisata dugong dan berkunjung ke Kampung Adat Alor Besar, situs Alquran tertua, serta Kampung Adat Lalapang dan Takpala.

Darmawa menjelaskan untuk mencapai Alor saat ini sangat mudah karena saat ini transportasi udara telah terkoneksi dengan penerbangan langsung dari Denpasar maupun Kupang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, nusa tenggara timur

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top