Sejumlah Pimpinan Daerah di Bali Dukung Pengembangan Produk Tembakau Alternatif

Sejumlah pimpinan daerah di Bali memberi perhatian khusus terhadap pengembangan produk tembakau alternatif untuk mengurangi risiko akibat merokok bagi kesehatan.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 28 Juni 2019  |  15:15 WIB
Sejumlah Pimpinan Daerah di Bali Dukung Pengembangan Produk Tembakau Alternatif
Petani memotong daun muda tembakau - ANTARA/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, TABANAN—Sejumlah pimpinan daerah di Bali memberi perhatian khusus terhadap pengembangan produk tembakau alternatif untuk mengurangi risiko akibat merokok bagi kesehatan.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengatakan siap mendukung riset dan pengembangan untuk mengurangi risiko serta dampak bahaya kesehatan dari rokok, apalag kini telah ada sejumlah produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan.  

“Semua kembali kepada masyarakat saja, sepanjang itu bisa lebih sehat tidak masalah. Pasti akan kita dukung,” katanya, Jumat (28/6/2019).

Eka juga mendorong pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) produk tembakau alternatif di Kabupaten Tabanan agar bisa menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitarnya. 

Ia berharap perkembangan UMKM di bidang usaha inovatif diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan pasar dan mengurangi tingkat pengangguran, tetapi juga dapat mengurangi risiko kesehatan di Tabanan.

Di antara UMKM inovatif yang saat ini berkembang adalah mereka yang menjual produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik. 

Hal senada disampaikan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta yang juga memberikan dukungan terhadap berkembangnya produk tembakau alternatif untuk mendorong pertumbuhan UMKM serta membuka lapangan pekerjaan baru. 

“Pemkab Badung mendukung usaha produk tembakau alternatif apabila hal tersebut dapat membuka peluang usaha baru,” tuturnya.

Giri Prasta berharap, Badung dapat menjadi sentra utama dari industri produk tembakau alternatif sehingga dapat mengincar dan membuka pasar ekspor. 

Tak cuma itu, lanjutnya, industri produk tembakau alternatif juga mendorong peningkatan sektor pariwisata di Bali, khususnya di Badung. Hal ini tidak terlepas karena ketertarikan wisatawan mancanegara dalam mengonsumsi produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik yang diproduksi pengusaha lokal.

Dengan dukungan dari sejumlah kepala daerah, Pemprov Bali diharapkan dapat mengakomodasi kepentingan masyarakat dengan menyediakan akses informasi yang jelas dan akurat mengenai produk tembakau alternatif. 

Gubernur Bali I Wayan Koster dan Wakil Guberner Bali Tjokorda Oka Arta Ardhana Sukawati diharapkan dapat mengikuti jejak beberapa negara maju seperti Inggris, Kanada, dan Selandia Baru yang telah menjadikan produk tersebut sebagai solusi untuk mengurangi jumlah perokok

Sebelumnya, Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan tengah mendorong program pengurangan risiko yang berkaitan dengan lingkungan maupun kesehatan, salah satunya adalah permasalahan rokok.

Permasalahan pencemaran lingkungan, tak terkecuali yang diakibatkan oleh rokok merupakan fokus utama Kota Denpasar. Karena itu, Rai Mantra dan jajarannya akan mendorong kajian ilmiah terhadap produk tembakau alternatif yang lebih ramah lingkungan. 

Kajian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kehadiran produk tersebut dalam mengurangi permasalahan rokok di Denpasar serta Bali.

Kajian juga dilakukan untuk mendapatkan gambaran lebih mendalam terkait dampaknya bagi pertumbuhan ekonomi Kota Denpasar. Alasannya, Rai Mantra menjelaskan, produk tembakau alternatif merupakan bagian dari industri kreatif.

“Industri kreatif harus didorong, karena RPJM di Denpasar itu dampaknya sangat luar biasa, terutama pertumbuhan UMKM. Karena bukan sekedar produk kreatif, tapi juga income per kapita yang tumbuh,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, tembakau

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top