Harlah Pancasila dan Bulan Bung Karno, Ini Acaranya di Bali

Kegiatan ini juga untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Bali tentang sejarah, filosofi dan nilai-nilai Pancasila.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 01 Juni 2019  |  20:50 WIB

Bisnis.com, DENPASAR – Peringatan 74 tahun Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno dihelat dengan semarak oleh Pemprov Bali melalui Gerakan Kekuatan Pancasila (The Movement of Pancasila Power) di Taman Budaya Bali, Denpasar selama sebulan lebih.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengarusutamakan Pancasila dalam kehidupan masyarakat Bali dalam berbangsa dan bernegara.

“Kegiatan ini juga untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Bali tentang sejarah, filosofi dan nilai-nilai Pancasila, memperkokoh inklusi sosial di tengah kontestasi nilai ideologi dan kepentingan yang mengarah kepada menguatnya kecenderungan politisasi identitas,” katanya, Sabtu (1/6/2019).

Menurut Koster aktivitas ini untuk membangkitkan dan memelihara memori kolektif masyarakat Bali tentang ketokohan dan keteladanan Ir. Soekarno sebagai penggali Pancasila dan Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia serta memperkuat institusionalisasi nilai-nilai Pancasila sesuai dengan kearifan lokal masyarakat Bali.

“Pada Bulan Juni ada tiga peristiwa historis yang sangat penting terkait Bung Karno yakni 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, 6 Juni hari lhir Bung Karno, dan 21 Juni hari wafat Bung Karno,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan Kun Adnyana mengatakan para seniman yang berasal dari berbagai komunitas diberikan kesempatan menuangkan interpretasi terhadap kelahiran Pancasila dan pengamalan dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.

Kata dia seniman merupakan bagian dari masyarakat yang dicintai Bung Karno, yang ingin kita kenang jasanya, agar semangat dan pengabdiannya terhadap bangsa ini menginspirasi generasi kini dan mendatang.

Kun menjelaskan seni lukis mural akan menjadi bagian dari sejumlah aktivitas yang digelar dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni dan Bulan Bung Karno sepanjang Juni 2019. Seni lukis mural dan instalasi lampion ini dilengkapi pula dengan pameran foto dokumentasi Bung Karno yang didukung arsip ANRI.

Instalasi lampion dengan media bambu dipajang di lima lokasi di Taman Budaya menambah anggun suasana peringatan Hari Lahir Pancasila. Pameran ini bisa dinikmati pengunjung hingga berlangsungnya Pesta Kesenian Bali 15 Juni hingga 13 Juli 2019.

Pada Sabtu (1/6/2019) malam dipergelarkan oratorium kolosal dan teatrikalisasi puisi Aku Melihat Indonesia, yang merupakan sajak karya Bung Karno. Selain itu selama sebulan juga akan diisi berbagai lomba yang melibatkan pelajar dan anak muda, pementasan kesenian, termasuk pemanggungan naskah drama yang ditulis oleh Bung Karno.

Made Kaek dari Sanggar Seni Lukis Paros menambahkan seniman yang terlibat dalam kegiatan seni lukis mural ini berasal dari sejumlah komunitas di antaranya Komunitas Seni Lukis Batuan, komunitas seni mural, dan mahasiswa.

Seni lukis mural dipilih dengan pertimbangan agar dapat dinikmati pengunjung Taman Budaya Bali sebagai ajang edukasi tentang perjalanan sejarah bangsa, khususnya Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno.

“Para pengunjung bisa menjadikan seni lukis mural ini sebagai ajang edukasi sejarah dan juga objek selfie,” katanya.

Seni lukis mural ini memanfaatkan dinding yang dibangun khusus berukuran sekitar 5 x 8 meter dan kotak menjulang 8 x 1,5 x 0,5 m. Selain itu juga ada sekitar 70 buah kubus dan kaleng yang difungsikan sebagai tempat duduk di sekitar taman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, hari pancasila

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top