Tukad Badung Jadi Ruang Pamer Karya Seni

Plastik adalah sampah yang sulit terurai dan kini banyak hanyut ke laut, tertimbun di daratan, bahkan sampai dimakan hewan.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 10 April 2019  |  16:35 WIB
Tukad Badung Jadi Ruang Pamer Karya Seni
Salah satu karya seni yang dipamerkan di Tukad Badung, Denpasar. - Ist/Bisnis

Bisnis.com, DENPASAR – Mahasiswa Desain Komunikasi Visual, Sekolah Tinggi Desain Bali menggelar pameran karya seni berbahan plastik di Sungai Tukad Badung.

I Komang Gede Arya Kurniawan, salah seorang mahasiswa mengatakan karya yang dipamerkan merupakan tugas mata kuliah Eksperimentasi Visual. Salah satu karya berjudul ‘Plastic Inside’ menggunakan bahan limbah plastik, kawat, kayu, dan lampu menyajikan gagasan daur ulang untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Plastik adalah sampah yang sulit terurai dan kini banyak hanyut ke laut, tertimbun di daratan, bahkan sampai dimakan hewan yang sungguh membahayakan.

“Inilah yang mendasari karya berbentuk hewan berkepala rusa dan berbadan ikan paus. Kami ingin menggugah kesadaran siapa saja untuk peduli terhadap lingkungan,” katanya, Rabu (10/4/2019).

Pada badan hewan rekaan yang digambarkan telah mati ini tampak aneka sampah plastik seperti kemasan, botol dll. Karya ini dipajang di Taman Kumbasari yang berada di pinggir sungai yang dikenal dengan Tukad Badung itu.

Dua mahasiswa lainnya, Putu Ayu Griselda Wirajaya dan Felix Yuno Lukman menambahkan berpameran ini juga mendukung kebijakan Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra melalui Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang pengurangan kantong plastik.

Sekretaris Dinas Pekerjaan umum Kota Denpasar I Gusti Ngurah Putra Sanjaya berharap pameran ini dapat mengedukasi masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan, pemanfaatan limbah, dan apresiasi seni.

Kata dia taman di Tukad Badung telah dimanfaatkan menjadi ruang ekspresi bagi anak muda dan insan kresatif untuk terus berkarya lewat ruang publik tersebut.

Taman ini juga menyajikan karya seni permanen di antaranya mural yang dilukis dengan bahan kopi dan malam hari dihiasi lampu warna-warni yang dimanfaatkan warga sebagai tempat bersantai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, sampah, pameran seni

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top