Earth Hour 2019, The Nusa Dua Bersih-bersih Kawasan Wisata

Kawasan pariwisata The Nusa Dua melakukan bersih-bersih pantai dari sampah plastik dan aksi lingkungan untuk memperingati Earth Hour, 30 Maret 2019.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 29 Maret 2019  |  20:34 WIB
Earth Hour 2019, The Nusa Dua Bersih-bersih Kawasan Wisata
Petugas DLHK Badung membersihkan sampah di Pantai Nusa Dua. - Bisnis.com / Feri Kristianto

Bisnis.com, DENPASAR—Kawasan pariwisata The Nusa Dua melakukan bersih-bersih pantai dari sampah plastik dan aksi lingkungan untuk memperingati Earth Hour, 30 Maret 2019.

Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan gotong royong membersihkan kawasan pantai sebenarnya rutin dilakukan, tetapi kali ini melibatkan sejumlah lembaga swadaya masyarakat dan siswa sekolah.

"Mulai dari kawasan pariwisata (the Nusa Dua) kami menyiapkan program-program lingkungan disamping juga memang sudah ada arahan dari Gubernur Bali dan Kabupaten Badung untuk mengurangi sampah plastik," katanya. 

“Selain para karyawan dari hotel dan restoran di The Nusa Dua, kami juga menggandeng dari Trash Hero Indonesia, WWF, dan Earth Hour Indonesia untuk melakukan aksi lingkungannini,” katanya, Jumat (29/3/2019).

Menurut Ardita kegiatan lain yang tak kalah penting adalah program edukasi lingkungan untuk membudayakan hidup bersih, membuang sampah pada tempatnya serta memiliah sampah organik dan nonorganik.

Dari hasil bersih-bersih yang dimulai dari Pantai Samuh hingga Pulau Peninsulaterkumpul 175 kilogram sampah nonorganik terdiri dari botol plastik sekali pakai, yang akan diolah kembali di pengolahan sampah milik ITDC Nusa Dua. 

Wayan Aksara, Ketua Trash Hero Indonesia menyebutkan di Bali partisipasi masyarakat dan siswa sekolah terkait kepedulian terhadap lingkungan ini cukup tinggi.

"Selain melakukan aksi bersih-bersih kawasan wisata, kami juga memberikan edukasi dan semangat untuk menjaga kebersihan lingkungan agar Nusa Dua bisa menjadi contoh bagi kawasan wisata lainnya,” ujarnya.

Ia berharap semua pihak mengubah perilaku terhadap kebiasaan memakai botol plastik sekali dengan membawa tumbler atau botol air isi ulang. 

"Cara ini bisa mengurangi penyebaran sampah. Tidak ada lagi yang membawa minuman kemasan sekali pakai. Biasakan rasa malu jika kita masih membawa kemasan plastik sekali pakai," katanya.

Dia yakin semua pihak baik hotel telah menerapkan reduce, reuse recycle (3R) sebagai tindakan mengurangi penyebaran sampah di kawasan pariwisata dan tempat lainnya. 

Terkait peringatan Earth Hour 2019, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan pemda siap mendukung bebagai kegiatan peduli lingkungan, apalagi telah terbit Pergub No 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Plastik Sekali Pakai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
nusa dua, earth hour

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top