Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BI NTB Gandeng TNI AL Susuri Pulau Terpencil Penuhi Kebutuhan Uang Kartal

Pentingnya memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang layak edar (ULE) menjadi alasan perlunya kas keliling.
Eka Chandra Septarini
Eka Chandra Septarini - Bisnis.com 11 Maret 2019  |  13:48 WIB
Persiapan Kas Keliling Kepulauan 3T yang merupakan kerja sama antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut dengan menggunakan KRI Karang Pilang. - Bisnis/  Eka Chandra Septarini
Persiapan Kas Keliling Kepulauan 3T yang merupakan kerja sama antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut dengan menggunakan KRI Karang Pilang. - Bisnis/ Eka Chandra Septarini

Bisnis.com, LOMBOK BARAT – Bank Indonesia Kantor Perwakilan NTB melakukan Kas Keliling Kepulauan bertajuk 'Rupiah untuk Kedaulatan NKRI' bersama dengan TNI Angkatan Laut ke pulau-pulau terpencil, terluar, dan terdepan di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Wahyu Ari Wibowo mengatakan mengingat pentingnya kebutuhan masyarakat akan uang layak edar (ULE), Bank Indonesia menyadari perlunya diadakan kas keliling dan sosialisasi cara merawat uang rupiah.

Hal ini mengingat uang rupiah sebagai satu-satunya alat transaksi resmi yang digunakan di seluruh wilayah NKRI, termasuk di pulau-pulau terpencil yang belum terdapat kantor layanan keuangan. Ada empat pulau yang menjadi lokasi kas keliling Bank Indonesia ini yaitu Pulau Moyo, Pulau Bajopulo, Pulau Bungin, dan Pulau Maringkik.

"Pulau-pulau ini mendapat perhatian khusus dari Bank Indonesia karena belum terdapat jaringan kantor bank. Ketiadaan jaringan kantor menyebabkan kondisi uang yang beredar di masyarakat banyak yang tidak layak edar," ujar Wahyu saat melepas Tim Ekspedisi di Pelabuhan Lembar, Senin (11/3/2019).

Tujuan diadakannya Kas Keliling Kepulauan 3T yaitu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pulau terpencil bahwa uang Rupiah merupakan alat transaksi resmi di Indonesia. Selain itu, kas keliling ini juga bertujuan untuk mengurangi, mencabut, serta memusnahkan uang tidak layak edar di pulau terpencil.

Sebanyak Rp2 miliar uang layak edar telah disiapkan Bank Indonesia untuk melayani penukaran uang layak edar oleh masyarakat di pulau terluar, terdepan, dan terpencil di wilayah NTB ini. Program kas keliling yang dilakukan merupakan kegiatan yang kedua, setelah sukses dilaksanakan pada tahun 2018 lalu.

"Kami juga berharap bisa mempercepat perputaran uang sekaligus pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut," ujarnya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Bidang Sistem Pembayaran Ocky Ganesia mengatakan dengan uang yang kondisinya baru maka akan dapat menumbuhkan rasa kecintaan masyarakat terhadap uang rupiah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat pulau terpencil bahwa uang rupiah merupakan alat transaksi resmi di Indonesia sehingga harus digunakan dan dijaga dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama juga akan dilakukan kegiatan BI Mengajar di empat sekolah yang berada di pulau-pulau tersebut. Melalui program BI Mengajar diharapkan para siswa akan mengenal tugas-tugas Bank Indonesia, mengenal ciri-ciri keaslian uang rupiah sekaligus mendorong siswa untuk cinta Rupiah.

Bank Indonesia juga akan memberikan bantuan sosial bagi sekolah berupa perlengkapan sekolah kepada enam belas sekolah (TK/SD/SMP) dan bantuan sosial kesehatan berupa pengobatan gratis di empat desa yang berada di pulau tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rupiah Bank NTB
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top