Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Antisipasi Perang Tarif di Ubud, Kadin Minta Penertiban Hostel

Kadin Gianyar meminta pemerintah menertibkan sejumlah hostel untuk mengantisipasi terjadinya perang tarif kamar yang membuat persaingan tidak sehat.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 15 Februari 2019  |  18:00 WIB
Wisatawan mancanegara mengenakan pakaian adat ketika melihat perayaan Hari Raya Galungan di Pura Dalem Peliatan, Ubud, Bali, Rabu (5/4). - Antara/Nyoman Budhiana
Wisatawan mancanegara mengenakan pakaian adat ketika melihat perayaan Hari Raya Galungan di Pura Dalem Peliatan, Ubud, Bali, Rabu (5/4). - Antara/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, GIANYAR — Kadin Gianyar meminta pemerintah menertibkan sejumlah hostel untuk mengantisipasi terjadinya perang tarif kamar yang membuat persaingan tidak sehat.

Ketua Kadin Gianyar I Wayan Gede Arsania mengatakan beberapa hostel yang diduga tidak mengantongi izin usaha tersebut gencar menjual kamar melalui media sosial dengan sangat murah hingga Rp100.000 per malam per tamu.

“Kondisi ini jika dibiarkan akan membuat persaingan tidak sehat dan membuat Ubud yang macet semakin macet karena praktik hostel mengarah kepada pariwisata massal yang tidak cocok untuk destinasi ini,” katanya, Jumat (15/2/2019).

Menurut Arsania Ubud merupakan destinasi wisata budaya yang dikembangkan untuk meraih wisata berkualitas.

Kata dia selain memicu perang tarif, kehadiran hostel di Ubud akan menghilangkan ciri khas Ubud yang selama ini memberikan ketenangan dan kenyamanan kepada wisatawan.

Ia berharap layanan jasa pondok wisata yang memiliki sekitar lima kamar bisa diperkuat perannya untuk membidik wisatawan yang ingin berhemat. Sedangkan hotel melati dan hotel berbintang silakan menggarap pasarnya masing-masing.

Arsania mengatakan Ubud harus dijaga untuk mempertahankan keunikan dan kekhasan sebagai pusat seni budaya serta menjaga lingkungan yang asri dengan aktivitas warga sehari-hari.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya ketika membuka Rapimkab Kadin mengatakan perlu adanya aturan harga kamar agar tidak terjadi perang tarif yang tidak sehat.

Kata dia perang tarif sangat tidak menguntungkan bagi pengusaha, juga bagi Kabupaten Gianyar yang 55% pendapatan asli daerah berasal dari kontribusi pajak hotel. Pemkab akan bersinergi dengan kadin untuk menangani berbagai permasalahan, terutama yang terjadi di sektor pariwisata.

Ketua Umum Kadin Bali Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra menyembut baik perhatian pemkab untuk bersinergi dengan kadin mengantisipasi perang atrif kamar hotel.

Ia mengatakan tahun ini akan ada penambahan sekitar 1.000 kamar dari sekitar 8 hotel baru di wilayah Gianyar yang menuntut jasa hospitalitas yang telah ada untuk meningkatkan daya saing demi memberikan layanan terbaik kepada wisatawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali ubud
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top