Bali Jadi Pilot Project Bayar Tol tanpa Berhenti SLFF, setelah Itu di Jabodetabek 

Single Lane Free Flow akan diberlakukan di Jabodetabek menyusul keberhasilan proyek serupa di Tol Bali Mandara, Bali.
Ni Putu Eka Wiratmini | 12 Februari 2019 14:40 WIB
Pada perayaan Lebaran hari kedua, Senin (26/6/2017), Tol Bali-Mandara cenderung lengang. - Bisnis.com/Tim Peliput Mudik Jawa Bali

Bisnis.com, DENPASAR – Single Lane Free Flow akan diberlakukan di Jabodetabek menyusul keberhasilan proyek serupa di Tol Bali Mandara, Bali.

Direktur Utama PT Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO) Aan Sanaf mengatakan hingga saat ini sudah ada ribuan pengguna tol yang telah menguduh layanan aplikasi SLFF di playstore.

Hal itu membuktikan antusiasme masyarakat cukup tinggi untuk layanan single lane free flow (SLFF) atau pembayaran masuk tol tanpa perlu berhenti ini.

Namun, hingga saat ini, SLFF masih sebatas uji coba. Di tol Cikarang, alat untuk layanan SLFF ini sudah dibangun, namun masih tahap penelitian. Sementara, Tol Bali Mandara sudah sampai tahap uji coba dengan ada sebanyak 600 unit kendaraan angkutan taksi milik Blue Bird yang menjadi pengguna.

Rencananya, pada Maret 2019, SLFF akan dibuka untuk masyarakat umum pengguna Tol Bali Mandara. Ada 3.000 kendaraan roda empat yang ditarget untuk menggunakan layanan ini di Bali pada Maret 2019 nanti. Setelah di Bali, baru nantinya layanan serupa akan diterapkan di Jabodetabek.

“Jadobetabek rencana masuk target di bulan Maret juga setelah Bali sukses, prosesnya nanti sama seperti di Bali yaitu uji coba dulu,” katanya kepada Bisnis, Selasa (12/2/2019).

Uji coba SLFF telah dilakukan di Tol Bali Mandara, Bali sejak Oktober 2018. Awalnya ada 10 kendaraan milik Jasamarga Bali Tol (JBT) yang digunakan. Kini, hingga Januari 2019, sudah ada 600 kendaraan yang beroperasi dan mampu menggunakan layanan tersebut. Adapun untuk sementara waktu, kendaraan yang mampu mendapatkan layanan tersebut adalah angkutan taksi miliki Blue Bird.

Ada tiga gerbang tol yang melayani SLFF yakni pintu masuk dari Benoa, Nusa Dua, dan Ngurah Rai. Dari masing-masing pintu masuk menuju Tol tersebut hanya ada satu gate yang melayani SLFF.  

Lewat SLFF, pengguna Tol Bali Mandara tidak perlu lagi berhenti di gerbang masuk. Mereka cukup melajukan kendaraan tanpa henti dengan kecepatan 20-30 km per jam. Saat mereka melewati gerbang tol, saldo uang elektronik yang ada pada aplikasi di ponsel akan langsung terpotong.

Masing-masing pengguna tol yang ingin memiliki layanan ini akan mendapatkan stiker yang disebut radio frecuency identification (RFID). Stiker tersebut akan mengidentifikasi kendaraan dan dibaca secara elektronik pada alat yang dipasang di masing-masing gerbang.

Stiker tersebut akan terigistrasi dengan nomor ponsel pengguna. Dari normor ponsel tersebut, pengguna mendaftarkan aplikasi yang digunakan untuk menyimpan uang elektronik mereka.

Harga sticker tersebut yakni Rp100.000. Saat diterapkan nantinya untuk masyarakat umum, pihak bank kemungkinan akan memberikan diskon kepada nasabah untuk menggaet semakin banyak pengguna SLFF.

Menurutnya, SLFF ini akan menguntungkan pihak Bank yang tidak perlu lagi melakukan pencetakan kartu elektronik. Bank hanya berfungsi dalam pengisian saldo atau top up. Sementara, Jasamarga Bali Tol sebagai pengelola akan lebih mudah dalam mengumpulkan pendapatan.

Sementara, pengguna tidak perlu mengantri saat memasuki tol. Adapun ketika menggunakan uang elektronik, pengguna setidaknya membutuhkan waktu hingga 3 detik untuk melakukan transaski. Dengan SLFF, pengguna dapat melaju tanpa genti di gerbang tol.

“Download aplikasi sudah ribuan cuma stiker RFID belum kita jual,” katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tol bali

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top