Bandara Bali Utara Ditarget Beroperasi 2025

Bandar Udara di Bali Utara yang berlokasi di Kabupaten Buleleng ditarget akan beroperasi pada 2025.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 01 Januari 2019  |  14:50 WIB

Bisnis.com, DENPASAR – Bandar Udara di Bali Utara yang berlokasi di Kabupaten Buleleng ditarget akan beroperasi pada 2025 setelah tahun ini Kementerian Perhubungan memastikan akan mengeluarkan izin penetapan lokasi.

Gubernur Bali I Wayan Koster merinci setelah izin penetapan lokasi (penlok) keluar pada 2019, selanjutnya pembangunan akan dimulai pada 2020. Setidaknya butuh waktu empat tahun untuk merampungkan pembangunan, yang kemudian akan mulai dioperasikan pada 2025.

Adapun, pembangunan Bandara Bali Utara ini menggunakan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Bahkan, pembangunan bandara ini digandang-gadang akan lebih apik dibanding Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar.

Dia optimimistis bandara ini akan lebih apik dibanding Bandara Ngurah Rai karena penggunaan lahan yang lebih luas. Bandara Ngurah Rai memiliku luas kurang dari 300 hektare. Sementara, Bandara Bali Utara tersebut nantinya akan memiliki luas 442 hektare.

“Bandara ini akan betul-betul menjadi ikon Indonesia dan ikon Bali sebagai destinasi dunia, lengkap dengan assitektur budaya Bali,” katanya, Senin (31/12/2018).

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah datang secara langsung ke Buleleng ditemani Gubernur Bali I Wayan Koster untuk melakukan peninjauan lokasi pada Minggu (30/12/2018).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan jika kawasan Desa Kubutambahan, Buleleng merupakan tempat yang paling strategis untuk pembangunan bandara baru di Bali utara. Walaupun saat ini terdapat dua alternatif lokasi lain dibangunnya Bandara Bali Utara yakni di Desa Gerokgak dan Desa Celukan Bawang.

Adapun tanah yang akan digunakan untuk melakukan pembangunan bandara di Desa Kubutambahan merupakan milik desa adat. Di lokasi tersebut tidak terdapat rumah penduduk sehingga akan nihil kegiatan relokasi.

“Masalah teknis bergunung-gunung itu bagian pekerjaan teknik. Ini isu cut and field tidak ada isu mendatangkan tanah dari luar itu juga satu hal yang memudahkan kita," katanya.

Kata dia, penlok akan segera diterbitkan pada 2019 ini. Proses bidding atau tender proyek pembangunan bandara ini juga akan dilakukan secara transparan. Kemudian, proses tender bakal dimulai pada 2019 mendatang setelah melalui studi lebih lanjut.

"Dalam tender itu kita usahakan setransparan mungkin bahwa mereka yang paling kompeten, efisien, dalam satu bidding contest itu akan kita diskusikan dengan Pak Gubernur seperti apa,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandara bali utara

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top