Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Hari Raya Galungan, Daging Babi Surplus dan Aman Dikonsumsi

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bali memastikan stok daging babi jelang Hari Raya Galungan aman lantaran mengalami surplus hingga 533.695 ton.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 13 Desember 2018  |  14:39 WIB
Jelang Hari Raya Galungan, Daging Babi Surplus dan Aman Dikonsumsi
Sejumlah wanita Hindu menyiapkan sesajen saat persembahyangan Hari Raya Galungan di Pura Dalem Kengetan, Ubud, Bali, Rabu (5/4/2017). - Antara/Nyoman Budhiana
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bali memastikan stok daging babi jelang Hari Raya Galungan aman lantaran mengalami surplus hingga 533.695 ton.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bali Ni Made Sukerni memerinci ketersediaan daging babi hingga akhir 2018 adalah sebesar 625.642 ton. Sementara, kebutuhan daging babi hingga 2018 adalah sebesar 91.947 ton sehingga surplus mencapai 533.695 ton.

Kata dia, daging babi yang akan dikonsumsi untuk Hari Raya Galungan juga dipastikan aman dan sehat. Saat ini pengawasan ke masing-masing rumah potong hewan juga akan ditingkatkan menjelang perayaan Galungan. Masyarakat juga diminta untuk memasak dengan baik agar terhindar dari penyakit.

“Jadi persiapan Galungan seperti biasa, kita mengimbau pengawasan masing-masing kabupaten kota di Bali,” katanya kepada Bisnis, Kamis (13/12/2018).

Kata dia, hanya harga daging yang ditakutkan akan naik saat Hari Raya Galungan. Berdasarkan pantauan dari tahun ke tahun, setiap Hari Raya Galungan, harga daging babi kemungkinan akan naik hingga 7% dari harga normal yang sebesar Rp65.000 per kg lantaran permintaan tinggi.

Apalagi, kali ini, Hari Raya Galungan bagi umat Hindu di Bali bertepatan juga dengan Hari Natal untuk umat Kristen. Sehingga, permintaan daging terutama babi akan semakin meningkat.

“Jadi permintaan memang cukup banyak di bulan-bulan ini karena tren kuliner 2018 di Bali yang banyak menggunakan produk babi,” katanya.

Sementara, selain daging babi yang stoknya aman, ketersediaan daging sapi Bali juga surplus untuk mencukupi kebutuhan natal dan tahun baru. Ketersediaan daging sapi Bali hingga 2018 adalah sebesar 32.757 ton dengan kebutuhan 6.726 ton atau surplus hingga 26.030 ton.

Daging kambing juga surplus 9.410 ton dari total ketersediaan 10.709 ton. Daging ayam surplus hingga 214.949 ton dari total ketersediaan 263.632 ton. Begitu juga dengan daging kerbau yang surplus 59 ton dari ketersediaan total sebesar 63 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

galungan babi
Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top