Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Mantap Optimistis Capai Aset Rp20 Triliun Akhir 2018

PT Bank Mandiri Taspen optimistis akan membukukan aset sebesar Rp20 triliun hingga akhir tahun nanti atau meningkat hingga 1.100% sejak tiga tahun berdiri.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 09 Desember 2018  |  13:46 WIB
Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Tripakoso (kelima kanan) dan jajaran mengadakan foto bersama seusai melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jimbaran, Bali, Jumat (30/11/2018). - JIBI/Ni Putu Eka Wiratmini
Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Tripakoso (kelima kanan) dan jajaran mengadakan foto bersama seusai melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jimbaran, Bali, Jumat (30/11/2018). - JIBI/Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, DENPASAR -- PT Bank Mandiri Taspen optimistis akan membukukan aset sebesar Rp20 triliun hingga akhir tahun nanti atau meningkat hingga 1.100% sejak tiga tahun berdiri.  

Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso mengatakan pada 2015 lalu atau saat pertama kali berdiri, aset hanya sebesar Rp1,7 triliun.

Dalam tiga tahun terkahir, aset terus bertumbuh dan diyakini akan mampu mencapai Rp20 triliun pada 2018. Sampai November 2018, aset Bank Mantap telah mencapai Rp19 triliun.

Dengan pertumbuhan bisnis yang positif ini, Bank Mantap mulai menyusun sejumlah langkah untuk terus mengembangkan sayap.

Salah satunya menuju ke era digital. Bank Mantap pun pada 2019 nanti akan mengeluarkan layanan Mantap Mobile untuk mempermudah nasabah mengakses informasi dalam satu genggaman.

Menurutnya, layanan digital memang perlu dilakukan Bank Mantap untuk menghadapi disrupsi di era digital. Pasa masa ini, Bank Mantap dituntut untuk semakin inovatif.

“Bank Mantap itu pertumbuhannya cepat sekali, artinya kita harus lakukan transformasi di segala hal,” katanya, Sabtu (8/12/2018).

Bank dengan komposisi nasabah pensiunan terbesar yakni mencapai 90% sangat perlu untuk melakukan transformasi ke arah digital. Hal itu lantaran pemakaian teknologi yang telah umum digunakan masyarakat, tidak terkecuali pensiunan. Apalagi, mulai tahun depan diprediksi akan semakin banyak pensiunan muda yang berpotensi menjadi nasabah Bank Mantap.
 
“Pensiuanan sekarang sudah terbiasa dengan ponsel beda dengan lima tahun lalu yang saat ke Anjungan Tunai Mandiri (ATM) saja tidak mau,” katanya.
 
Menurut dia, selain menyiapkan layanan digital, Bank Mantap juga semakin memahami pentingnya media dalam membawa dampak pertumbuhan bisnis.

Media dinilai sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan bisnis Bank Mantap sebab telah mengkomunikasikan produk ke nasabah. Selain, media juga mampu menginformasikan kebutuhan nasabah.
 
Bank Mantap yang telah hadir di 30 provinsi di Indonesia dengan sekitar 220 jaringan kantor memahami pentingnya media dalam mengenalkan segala layanannya.

Informasi mengenai Bank Mantap dinilai harus sampai ke segala lini masyarakat, tidak hanya terbatas pada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI/Polri aktif maupun pensiuanan saja.
 
Bank Mantap mendorong eksistensi untuk menjadi top of mind di konsumen.
 
"Market kita memang Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif dan pensiunan, tetapi jangan salah anak dan cucunya juga harus tau tentang kita untuk memberikan referensi bahwa ada Bank Mantap. Jadi pemberitaan itu harus sampai," katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali Bank Mantap
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top