Tingkatkan Kunjungan Turis Berkualitas, Bali gelar Sales Mission ke China

Bali akan mengadakan sales mission ke China selama satu minggu yakni pada 1-7 Desember 2018 untuk meningkatkan kunjungan wisatawan berkualitas dari negara itu.
Ni Putu Eka Wiratmini | 30 November 2018 13:53 WIB
Sejumlah wisatawan China di Denpasar. - Antara

Bisnis.com, DENPASAR – Bali akan mengadakan sales mission ke China selama satu minggu yakni pada 1-7 Desember 2018 untuk meningkatkan kunjungan wisatawan berkualitas dari negara itu.
 
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali IB Agung Partha mengatakan ada dua kota di China yang didatangi dalam sales mission kali ini yakni Beijing dan Shanghai. 

Sales mission ini akan diikuti 33 biro perjalanan wisata di Bali. Nantinya, biro perjalanan wisata ini akan bertemu dengan 70 buyer dari China yang akan menjual paket wisata menuju Bali.
 
Selama mengadakan sales mission, Bali akan mempromosikan sejumlah objek wisata adventure. Selama ini, wisatawan China yang datang ke Bali dengan biaya murah memahami bahwa Pulau Dewata lebih menawarkan wisata belanja.

Dalam sales mission ini, Bali akan mengenalkan sejumlah objek wisata seperti air terjun, pantai, danau, maupun pegunungan.
 
“Bali ini bukan hanya menunjukkan shopping tetapi juga wisata alam seperti air terjun maupun pantai,” katanya, Jumat (30/11/2018).
 
Adapun praktek zero dollar tour yakni wisatawan berbiaya rendah kerap terjadi di Bali.

Wisatawan China yang datang ke Bali mampu dengan harga sangat murah bahkan disinyalir senilai tiket perjalanan China-Denpasar.
 
Selama di Bali, wisatawan diwajibkan mengikuti jadwal tour sesuai yang telah ditetapkan oleh agen wisata, salah satunya ke toko ilegal. Harga barang-barang yang ditawarkan jauh lebih tinggi dan dengan metode pembayaran non tunai. 

Hal ini menyebabkan wisatawan mengalami kerugian. Bagi destinasi wisata dan negara yang dikunjungi, tidak mendapatkan pendapatan karena semua transaksi terhubung secara non tunai menggunakan aplikasi dari China.
 
“Itu trik dagang, siapa sih yang gak mau gratis ke Bali,” katanya.
 
Bali juga akan menyiapkan sejumlah daftar pelaku wisata meliputi biro perjalanan wisata, objek wisata, maupun restoran yang legal untuk melayani wisatawan mancanegara sehingga mereka tidak akan tertipu dengan biaya wisata murah.

Saat ini, sudah ada 180 biro perjalanan wisata, objek wisata, maupun restoran yang terdaftar.
 
Penyeleksian daftar pelaku wisata akan dilakukan hingga April 2018. Kemungkinan, jumlah pelaku pariwisata legal di Bali yang terdaftar nantinya sekitar 500 pelaku. 
 
“Kira harapkan dengan membenahi diri kita memperlihatkan bahwa Bali banyak hal-hal-hal bagus untuk dikunjungi,” katanya. 

Tag : pariwisata bali, turis china
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top