Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rekonstruksi Lombok, Produsen Beton Pracetak Siap Naikkan Kapasitas Produksi

Produsen beton pracetak yang terlibat dalam rekonstruksi pascagempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, bakal meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap sesuai dengan kebutuhan material.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 14 Oktober 2018  |  21:37 WIB
Seorang warga membersihkan puing-puing rumahnya yang roboh pascagempa di Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB, Senin (20/8). Pascagempa bumi yang berkekuatan 7 Skala Richter mengguncang Lombok pada Minggu malam pukul 22.56 Wita mengakibatkan sejumlah rumah di daerah tersebut roboh dan puluhan warga mengungsi.  - Antara
Seorang warga membersihkan puing-puing rumahnya yang roboh pascagempa di Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB, Senin (20/8). Pascagempa bumi yang berkekuatan 7 Skala Richter mengguncang Lombok pada Minggu malam pukul 22.56 Wita mengakibatkan sejumlah rumah di daerah tersebut roboh dan puluhan warga mengungsi. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen beton pracetak yang terlibat dalam rekonstruksi pascagempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, bakal meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap sesuai dengan kebutuhan material.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I), Wilfred Singkali mengatakan bahwa asosiasi bisa memproduksi material beton pracetak untuk 10.000 rumah per bulan. Namun, saat ini kapasitas belum mencapai titik optimal.

"Peningkatan kapasitas direncanakan dilakukan bertahap sesuai dengan perkembangan kebutuhan di Lombok," jelasnya kepada Bisnis.com, baru-baru ini.

Pembangunan rumah instan sederhana sehat (risha) sudah teruji di berbagai rekonstruksi pascabencana, misalnya, rekonstruksi rumah pascagempa dan tsunami di Aceh dan Nias pada 2014, gempa Yogyakarta (2006), dan erupsi Gunung Sinabung (2015).

Pembangunan rumah dengan teknologi ini bisa dilakukan dengan cepat karena menggunakan panel terurai (knock down). Selain itu, biaya pembangunan dan material relatif terjangkau dan bisa dimodifikasi menjadi bangunan dengan aneka fungsi. Teknologi ini juga sudah teruji tahan terhadap guncangan gempa.

Wilfred mengatakan bahwa AP3I terlibat dalam rekonstruksi pascagempa dengan menyediakan material untuk risha.

Dia mengakui bahwa waktu rekonstruksi yang ditetapkan selama 6 bulan menjadi tantangan. Namun, dia yakin bahwa kapasitas yang dimiliki para produsen bisa mengatasi tantangan tersebut.

Di sisi lain, AP3I belum akan memasok material untuk rekonstruksi pascabencana di Palu dan sekitarnya.

Wilfred menyebutkan bahwa pemerintah masih memprioritaskan evakuasi korban dan normalisasi infrasruktur. Di samping itu, inventarisasi pada rumah yang rusak juga masih berjalan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gempa lombok Beton Pracetak
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top