Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Belum 2 Bulan, Program Penghapusan Denda Pajak Motor di Bali Raup Rp30 Miliar

Sekitar 60.000 unit kendaraan roda dua dan empat di Bali diikutkan dalam program pemutihan pajak kendaraan.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 01 Oktober 2018  |  13:37 WIB
Ilustrasi: Warga antre untuk memperpanjang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). - Antara/Sigid Kurniawan
Ilustrasi: Warga antre untuk memperpanjang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, DENPASAR – Sekitar 60.000 unit kendaraan roda dua dan empat di Bali diikutkan dalam program pemutihan pajak kendaraan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bali I Made Santha menuturkan pendapatan asli daerah (PAD) yang terkumpul dari program tersebut sudah mencapai Rp30 miliar.

Program pemutihan denda pajak kendaraan bermotor di Bali dimulai sejak 13 Agustus dan berlangsung hingga 14 Desember 2018.

Bapenda menerapkan kebikakan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi berupa bunga dan denda kendaraan bermotor dan biaya balik nama.

"Angka pendapatan kami yakin akan terus bergerak karena ini masih lama berlangsungnya," ujarnya pada Senin (1/10/2018).

Santha menyatakan pihaknya menargetkan 100.000 unit kendaraan mengikuti program pemutihan denda pajak tersebut. Dia optimistis hingga akhir tahun target itu tercapai melihat antusias warga memutihkan denda pajak kendaraan mereka.

Santha menegaskan jumlah kendaraan di Bali yang menunggak pajak selama 5 tahun sebanyak 500.000 unit. Dari jumlah tersebut, 92% merupakan kendaraan roda dua. Santha mengharapkan program pemutihan tersebut akan mendorong masyarakat membayar pajak.

Dia menegaskan selain untuk mendorong pendapatan asli daerah, program penghapusan denda ini juga ditujukan sebagai database pajak. Oleh karena itu, masyarakat diimbau proaktif membayar pajak kendaraan mereka.

"Ini hanya salah satu upaya kami. Selain penghapusan denda, kami lakukan door to door mendatangi wajib pajak," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali bpkb
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top