Karangasem Gelar Festival Subak dan Luncurkan Desa Wisata Spiritual

Kabupaten Karangasem mulai merintis jalan meningkatkan kontribusi sektor pariwisata dengan menggagas pelaksanaan Festival Subak di Desa Bugbug dan meluncurkan desa wisata berkonsep spiritual.
Feri Kristianto | 02 September 2018 15:23 WIB
Bupati Karangasem (tiga dari kiri) saat meluncurkan festival subak dan desa wisata berbasis spiritual - Feri Kristianto

Bisnis.com, DENPASAR—Kabupaten Karangasem mulai merintis jalan meningkatkan kontribusi sektor pariwisata dengan menggagas pelaksanaan Festival Subak di Desa Bugbug dan meluncurkan desa wisata berkonsep spiritual

Festival yang berlangsung pada 1-3 September ini digelar di tepi sawah dan berisikan parade budaya pertanian, farm trip, demo alat pertanian, temu usaha petani dan pelaku pariwisata hingga lomba berkaitan dengan tradisi di sektor pertanian tradisional Bali. Peserta festival berasal dari perwakilan subak, subak abian, dan kelompok tani, pelaku usaha , produsen sarana produksi pertanian.

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri Kabupaten Karangasem mengatakan potensi pertanian di daerahnya belum tergarap secara optimal. Hal ini disebabkan karena rendahnya SDM petani ditambah Iagi bahwa sebagian besar petani merupakan penduduk kelompok umur di atas 50 tahun dengan produktivitas yang sudah mulai menunjukkan penurunan.

Kurangnya minat generasi muda untuk menggeluti usaha di sector pertanian, karena terkesan kumuh atau kotor serta dianggap kurang menjanjikan dibandingkan dengan bekerja di sektorjasa Iainnya. Pada sisi lain, kabupaten yang berada di ujung‘ timur Pulau Bali ini memiliki luasan lahan 83.954 Ha atau 14% dari luas Pulau Bali.

Sebagian besar wilayahnya didominasi oleh Iahan kering dan hanya 7.151 ha Iahan sawah. Kendati didominasi Iahan kering, Karangasem memiliki potensi yang luar biasa di bidang pertanian. Tercatat ada 117.578 ekor sapi Bali, ada 8 juta lebih pohon salak berbagai jenis dengan ikon salak gula pasir, ada 1,2 juta lebih pohon mente dan berbagai jenis tanaman pangan dan hortikultura Iainnya. Di samping itu, Karangasem juga menyimpan potensi agrowisata yang salah satunya ada di Desa Bugbug ini.

"Berangkat dari permasalahan itu, kami menyelenggarakan festival ini dengan harapan, Subak yang telah menjadi warisan dunia tetap lestari di Kabupaten Karangasem. Selain itu bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam penerapan teknologi pertanian, hingga tumbuhnya minat generasi muda di bidang pertanian,” tuturnya, Sabtu (1/9/2018).

Ajang ini diharapkan juga mampu mendorong terjadinya peningkatan transaksi produk-produk hasil pertanian Kabupaten Karangasem. Harapan lainnya adalah akan tumbuhnya ekonomi kreatif yang berbasis pertanian dan juga tumbuhnya sinergi pertanian dengan pariwisata.

Menurutnya, pertanian merupakan salah satu sektor andalan dalam pembangunan ekonomi nasional karena memiliki kontribusi yang sangat dominan, baik secara langsung maupun tidak Iangsung dalam pencapaian tujuan pembangunan perekonomian nasional. Sektor pertanian memiliki peran yang sangat strategis khususnya dalam pemantapan ketahanan

Tidak kalah pentingnya adalah peranan sektor pertanian dalam aspek ekologi guna mendukung sumber daya alam, lingkungan hidup, seperti pelestarian sumber daya air. Fakta menunjukkan bahwa sektor pertanian merupakan sektor yang paling tangguh dalam menghadapi krisis dan berjasa dalam menampung pengangguran sebagai akibat krisis ekonomi tahun 1998.

Dia menegaskan festival ini merupakan salah satu wujud sinergi antar semua pihak. Mas Sumatri juga sekaligus meluncurkan DEWI (Desa Wisata) Nawa Satya Karangasem The Spirit of Bali untuk wewujudkan pengembangan pariwisat spiritual berbasis desa adat. lnovasi ini untuk akselerasi atau percepatan dengan mengintegrasikan program dan kegiatan yang ada pada 14 OPD kedalam Desa Wisata Nawa Satya.

Dewi Nawa Satya Karangasem The Spirit of Bali juga dimaknai sebagai Pengembangan destinasi baru yang memiliki ciri khusus yaitu Desa wisata yang berbasis Desa adat dengan 9 komitmen yaitu “sapta pesona ditambah spiritual dan berkelanjutan. Sementara itu, Sekda Karangasem I Gede Adnya Mulyadi festival ini untuk memberikan edukasi bahwa subak jangan hanya dilihat dari aspek budaya saja, tetapi juga subak dari aspek penerapan teknologi pertaniannya.

Karena fakta yang ada, penerapan teknologi pertanian belum optimal dan generasi muda tidak begitu tertarik dengan dunia pertanian yang identik dengan kemiskinan. Even ini diharapkan mampu melestarikan subak, mengdukasi petani dan masyarakat dalam mempromosikan teknologi dan hasil pertanian.

Tag : Subak Bali
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top