Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai Terus Dikebut, Ini Progresnya

Pembangunan jalan underpass Simpang Tugu Ngurah Rai terus dikebut meskipun terkendala utilitas pipa dan kabel yang berada di sekitar lokasi proyek.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 03 Mei 2018  |  16:51 WIB
Underpass Dewaruci - dinaspu.baliprov.go.id
Underpass Dewaruci - dinaspu.baliprov.go.id

Bisnis.com, KUTA—Pembangunan jalan underpass Simpang Tugu Ngurah Rai terus dikebut meskipun terkendala utilitas pipa dan kabel yang berada di sekitar lokasi proyek.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII Nyoman Yasmara mengatakan pembangunan jalan underpass tersebut saat ini telah mencapai 55,4%.

“Kami terus melakukan proses pengeboran di sisi utara Tugu Ngurah Rai, untuk pengeboran di sisi selatan masih tersisa 47 titik,” katanya, Kamis (3/5/2018).

Menurut Yasmara saat ini sedang dilakukan penggalian secara paralel pada sisi utara dan selatan proyek. Penggalian telah memungkinkan untuk dilanjutkan karena semua utilitas milik PLN, PDAM, maupun pipa avtur Bandara Ngurah Rai sudah direlokasi.

Dia menjelaskan saat ini sedang dilakukan penggalian sampai kedalaman tiga meter, diikuti dengan penyiapan dinding penahan tanah. "Pengerjaan underpass dan penggunaan alat-alat berat semakin mudah dioperasikan pascarelokasi seluruh utilitas,” tuturnya

Kendati demikian, lanjut Yasmara, karena proyek berdekatan dengan Bandara Ngurah Rai, penggunaan alat berat sangat mempertimbangkan soal ketinggian untuk menjaga keselamatan penerbangan.

Kata dia peralatan tersebut dioperasikan mulai pukul 02.00 dini hari hingga 07.00 pagi. Di luar waktu yang telah ditetapkan tersebut ketinggian alat berat hanya dibatasi hingga 4 meter dari tinggi maksimal 15 meter.

Selain itu, kehati-hatian pelaksanaan proyek juga memperhatikan kepadatan lalu-lintas yang mengitari bundaran Tugu Ngurah Rai. Ia tetap pada keyakinan proyek rampung pada Agustus dan mulai diujicoba September 2018.

Proyek yang ditangani Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat senilai Rp168,3 miliar ini direncanakan pemerintah untuk memperlancar arus lalu-lintas menjelang Pertemuan Tahunan IMF dan World Bank pada 8 hingga 14 Oktober 2018 di Nusa Dua.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

underpass
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top