Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Menonton Paus di Kupang Bisa Jadi Destinasi Wisata Baru

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi untuk mengembangkan wisata menonton paus (whale watching) dengan berbasis konservasi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 April 2018  |  11:03 WIB
Menonton Paus di Kupang Bisa Jadi Destinasi Wisata Baru
Ilustrasi.
Bagikan

Bisnis.com, KUPANG—Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi untuk mengembangkan wisata menonton paus (whale watching) dengan berbasis konservasi.

"NTT bisa mengembangkan wisata menonton Paus (whale watching) berbasis konservasi, yang tentunya akan mendukung program konservasi perairan dari pemerintah yakni Taman Nasional Perairan Laut Sawu," kata Pengamat kelautan dan perikanan dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Chaterina A Paulus di Kupang, Rabu (25/4/2018).

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan penemuan muntahan Paus di Kabupaten Lembata dan Kota Kupang beberapa waktu lalu, dan potensi Paus di wilayah perairan itu yang bisa bermanfaat secara ekonomis.

"Menurut saya, inilah saatnya kita secara bijak memikirkan masa depan dari 'Setasean' yang berharga ini, baik dari sisi ekologis, ekonomis, dan sosial budaya," katanya.

Setasean adalah sebutan umum bagi mamalia lautan antara lain paus, lumba-lumba dan pesut. Bernafas menggunakan paru-paru dan berproduksi dengan cara melahirkan.

Perhatian ini penting mengingat Paus ini adalah ikon dari provinsi berciri kepulauan yang kedepannya bukanlah suatu yang tidak mungkin dengan kondisi perairan tropis hangat yang NTT miliki adalah wilayah migrasi musiman dari Paus, katanya.

Dia juga mengharapkan, Universitas Nusa Cendana dan beberapa perguruan tinggi lainnya, harusnya menjadi 'center of excellence' dari pengelolaan Setasean di wilayah Indonesia.

Hal yang sangat memungkinkan sekali, karena sudah ada komitmen pemerintah dari aspek kelembagaan yaitu dengan adanya Dewan Konservasi Perairan Provinsi (DKPP) NTT.

DKPP NTT ini, sudah termasuk didalamnya Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional dan UPT pusat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kupang paus

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top