Badung Garap Wisatawan dari Hungaria dan Spanyol

Oleh: Feri Kristianto 10 Oktober 2018 | 17:45 WIB
Badung Garap Wisatawan dari Hungaria dan Spanyol
Wisatawan berjemur saat umat Hindu melaksanakan upacara Melasti di Pantai Kuta, Badung, Bali, Sabtu (25/3)./Antara-Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR — Badan Promosi Pariwisata Daerah Badung kini membidik pasar Eropa Tengah seperti Hungaria dan Spanyol untuk menggenjot potensi dari pasar-pasar non tradisional.
 
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan kedua negara tersebut masuk kategori maju dengan pendapatan ekonomi yang cukup tinggi serta masyarakatnya tertarik liburan ke luar negeri. Promosi dilakukan melalui cara sales mission dan table top di ibu kota dua negara tersebut.
 
“Kami adakan promosi di sana untuk memperkenalkan Badung dan Bali untuk meningkatkan kunjungan negara-negara itu ke Bali,” jelasnya melalui keterangan tertulis, Rabu (10/10/2018).
 
Saat promosi di Hungaria, ada sekitar 46 agen yang berpeluang berkontribusi mendatangkan turis ke Pulau Dewata, baik untuk berwisata leisure maupun perjalanan bisnis.

Warga Hungaria diklaim sangat antusias ingin ke Bali. Bahkan, mereka sudah mulai bermimpi dan melakukan perencanaan ke Bali.
 
Rai, yang juga Konsul Kehormatan Hungaria di Bali, menceritakan dalam promosi di negara Eropa Tengah itu ada yang berkonsultasi langsung kepadanya termasuk mengenai update kunjungan wisatawan di Bali dan menanyakan hal-hal terkait investasi. Adapun promosi di Barcelona, Spanyol diikuti oleh lebih dari 70 agen.
 
“Dalam waktu dekat, salah satu agen di negara tersebut akan membawa 500 orang wisatawan grup ke Bali. Sebagian dari mereka sudah kenal dan pernah ke Bali," ungkapnya.
 
Di dua negara itu, BPPD Badung juga melakukan perjanjian dengan sejumlah maskapai untuk mempermudah turis datang ke Bali. Selain itu, hotel-hotel yang tergabung di Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung akan memberikan diskon menginap kepada wisatawan Hungaria dan Spanyol yang datang ke Bali melalui maskapai bersangkutan.

Hasil promosi di Barcelona disebut bakal terlihat dampaknya pada awal 2019.
 
BPPD Badung optimistis hasil promosi pariwisata di dua negara itu akan meningkatkan kunjungan ke Badung hingga 25% tiap tahunnya. Apalagi, wisatawan Eropa Tengah cukup dipermudah baik dari sisi aksesibilitas penerbangan, pembebasan visa, dan perjalanan yang kurang lebih 14 jam. 

BPPD Badung melakukan promosi pariwisata di sejumlah negara di antaranya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Bali, menumbuhkan okupansi dan menaikkan length of stay serta spending money (uang yang dibelanjakan wisatawan) selama di Bali.
 
Persaingan pariwisata Bali dengan destinasi di Asean lainnya seperti Vietnam, Kamboja, Myanmar, Laos dan Filipina sangat ketat. Dibutuhkan promosi yang dibarengi dengan perbaikan destinasi oleh pelaku pariwiwisata dan pemerintah guna menarik minat wisatawan dari pasar non tradisional.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya