Karangasem Genjot Kontribusi Pariwisata, Maksimalkan 8 Destinasi

Oleh: Feri Kristianto 27 Agustus 2018 | 13:42 WIB
Karangasem Genjot Kontribusi Pariwisata, Maksimalkan 8 Destinasi
Umat Hindu membawa sesajen saat menggelar upacara di Pura Besakih yaitu Pura yang berada di kaki Gunung Agung, Karangasem, Bali, Selasa (19/9)./ANTARA-Nyoman Budhiana

Bisnis.com, DENPASAR — Kabupaten Karangasem, Bali akan meningkatkan kontribusi sektor pariwisata dengan cara mengoptimalkan promosi sejumlah kawasan strategis pariwisata yang selama ini dimiliki.
 
Kawasan Strategis Nasional (KSN) yang akan menjadi andalan mendongkrak kunjungan ada delapan lokasi, yakni Pura Agung Besakih, wisata tirta Tulamben, Amed dan Candidasa, kawasan rafting Telaga Waja, agrowisata Desa Sibetan, Perbukitan Putung, Desa Ban Terpadu, hingga Taman Ujung.

Selama ini, banyak masyarakat dan wisatawan, baik lokal maupun internasional, yang dinilai belum menyadari bahwa objek-objek wisata itu berada di wilayah Karangasem. 
 
“Tugas pertama adalah bagaimana nama Karangasem semakin dikenal. Kami ingin kenalkan tempat itu kepada wisatawan mancanegara (wisman) dan turis Nusantara yang ternyata belum banyak mengenalnya,” tutur Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, akhir pekan lalu.
 
Promosi lebih massif lewat media digital diharapkan dapat meningkatkan tingkat kunjungan ke daerah-daerah tersebut. Branding "The Spirit of Bali" diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran dari pelaku pariwisata bahwa daerah ini menyimpan begitu banyak keotentikan adat, budaya, alam.

Delegasi IMF-World Bank Group (WBG) Annual Meeting 2018 juga diharapkan bisa mencicipi keindahan daerah ini.
 
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Karangasem, daerah ini memiliki 8 hotel berbintang dan 294 hotel non bintang. Total kamar tersedia di kabupaten ujung timur Bali ini sebanyak 3.314 kamar.

Adapun tingkat kunjungan wisman pada akhir 2017 sebanyak  400.435 orang, tumbuh 16,5% jika dibandingkan dengan kunjungan 2016 yang sebanyak 343.274 orang. Namun, jumlah tersebut ternyata masih belum sampai 10% dari total kunjungan wisman ke Bali pada tahun lalu yang mencapai 5,6 juta orang.
 
Jumlah wisman domestik justru lebih rendah, hanya  sebanyak 158.797 orang, turun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 164.522 orang.

Artha Dipa berharap dengan mulai fokusnya menggarap sektor pariwisata, kunjungan wisman dan domestik bisa meningkat hingga dua kali lipat.
 
“Wisata apapun itu semua penting karena bagian promosi. Tentu diharapkan ada kenaikan misalnya dari 500.000 orang menjadi 1,5 juta orang ke Karangasem,” jelasnya.
 
Kenaikan kunjungan itu diyakini akan berdampak positif terhadap perekonomian daerah. Kehadiran turis yang semakin banyak juga dapat mendongkrak kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah.

Saat ini, dari total Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp198,5 miliar, kontribusi sektor ini hanya berada di posisi kedua setelah pertambangan. Selama ini, Karangasem memang sangat mengandalkan pendapatan dari Galian C jenis material pasir.
 
Untuk merealisasikan rencana itu, Karangasem akan memperbaiki sejumlah infrastruktur akses jalan menuju ke objek wisata. Pengelolaan tempat wisata juga bakal diperbaiki agar setidaknya bisa sama dengan sperti Pura Agung Besakih, yang sudah memiliki badan pengelola tersendiri.

Upaya lain yang akan ditempuh yakni menggandeng kabupaten tetangga, yakni Kabupaten Klungkung.
 
“Kami akan fokus bersinergi dengan daerah lain seperti Klungkung sebagai daerah tetangga agar bagaimana dapat membagi pengalaman serta dengan daerah lain semisal Gianyar dan Badung yang lebih maju dalam pengembangan pariwisata,” papar Artha Dipa.
 
Tim ahli Bupati Karangasem Ida Bagus Agung Gunarthawa menyatakan daerah dengan luasan 839,54 kilometer persegi ini memiliki banyak potensi wisata. Objek wisata di daerah yang memiliki delapan kecamatan ini diklaim berbeda jika dibandingkan dengan daerah lain di Pulau Dewata.

Adapun sejumlah promosi yang sudah dilakukan adalah mendatangkan komunitas-komunitas hingga mengenalkan daerah Karangasem melalui media digital.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya