Gempa Lombok: Antisipasi Pencurian, TNI Lakukan Patroli Malam

Oleh: Newswire 08 Agustus 2018 | 12:03 WIB
Seorang laki-laki melihat rumahnya yang sebagian temboknya roboh pascagempa bumi di Dusun Lendang Bajur, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (6/8). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan laporan sementara jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7 Skala Richter sampai dengan pukul 03.20 Wita Senin 6 Agustus 2018 sebanyak 82 orang./Antara

Bisnis.com, MATARAM - TNI memperhatikan sisi keamanan sebagai salah satu yang perlu diperkuat di lokasi gempa bumi di Nusa Tenggara Barat. 

Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 162/Wira Bhakti, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, menginstruksikan anggotanya melakukan patroli malam untuk mengantisipasi adanya pencurian yang merugikan korban gempa di Kabupaten Lombok Utara.

"Demi keamanan rumah warga dari pencurian ataupun hal-hal yang tidak kita inginkan, jadi harus dilakukan patroli malam ke rumah-rumah yang ditinggalkan mengungsi oleh pemiliknya," kata Ahmad melalui keterangan tertulis, diterima Antara, Rabu (8/8/2018).

Ia mengatakan awalnya ada informasi yang diperoleh dari Kepala Dusun Karanglango, Desa Tanjung, Kasmiadi, bahwa warganya resah dan khawatir terhadap pencurian harta benda yang ditinggalkan di rumah.

"Satu regu dari Yonif 900 Raider/SBW menggunakan sepeda motor sudah bergerak menyisir rumah-rumah yang kosong ditinggalkan pemiliknya yang terindikasi adanya pencurian," ujar Danrem yang juga menjabat Komandan Satuan Tugas Bencana Gempa Kabupaten Lombok Barat.

Hal itu dilakukan, kata dia, untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pemilik rumah sehingga korban atau para pengungsi fokus memikirkan kondisinya di pengungsian atau yang sedang dirawat di tenda-tenda maupun rumah sakit.

"Kami berharap semua itu tidak terjadi dan mudah-mudahan semuanya berjalan aman dan terkendali," ujarnya.

Hanafi, salah seorang warga Tanjung, mengaku kehilangan barang dagangan berupa mie instan, air mineral, rokok. Bahkan belasan tabung gas bersubsidi ukuran tiga kilogram juga hilang.

"Saya mengetahui barang dagangan diambil orang setelah sampai di rumah dari posko pengungsian," kata Hanafi saat ditemui ketika menunggu istrinya yang sedang dirawat di rumah sakit lapangan di Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Gempa bumi berkekuatan 7,0 pada Skala Richter, mengguncang Pulau Lombok, dan Sumbawa, Minggu (5/8) pukul 18.46 WITA.

Pusat gempa berada pada posisi 8.3 lintang selatan, 116.48 bujur timur Kabupaten Lombok Utara dengan kedalaman 15 kilometer.

Sumber : Antara

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya