Hotel Neo+ Kua Intens Garap Wisatawan India

Oleh: Ema Sukarelawanto 10 Juli 2018 | 20:02 WIB

Bisnis.com, KUTA—Hotel Neo+ Kuta, Legian mencatat tingkat hunian kamar sepanjang Juni 2018 sebesar 80% dan sekitar 20% di antaranya merupakan wisatawan India.

General Manager Hotel Neo+ Kuta legian Made Astika Parwata mengatakan wisatawan asal India tahun ini terus meningkat seiring dibukanya sejumlah penerbangan langsung dari sejumlah kota di India ke Bali.

Ia pun berupaya menggarap pasar baru India dengan serius dan mengembangkan promosi secara intens melalui jaringan Aston, pengelola hotel ini.

“Kami optimistis pasar wisatawan India bakal terus meningkat dan ke depan akan menjadi peluang yang sangat bagus untuk dikembangkan,” katanya, Selasa (10/7/2018).

Menurut Astika seperti halnya wisatawan Australia yang mendominasi hotel ini, kebanyakan wisatawan India yang berkunjung adalah pasangan muda.

Ia menyebut pasangan ini menyukai hiburan yang banyak dijumpai di sekitar kawasan Legian dan berkunjung ke destinasi di luar Kuta yang memiliki atraksi seni budaya.

Astika memperkirakan tren kunjungan wisatawan asing ke Bali bakal terus meningkat hingga akhir tahun, apalagi ada perhelatan pertemuan tahunan IMF dan Word Bank pada Oktober.

Ia berharap erupsi Gunung Agung tidak berdampak terhadap penutupan bandara yang pada beberapa waktu lalu membuat anjloknya angka kunjungan wisatawan asing.  

Marketing Commucations Manager Hotel Neo+ Kuta Legian Ratna Kartika Sari menambahkan untuk memberikan alternatif suguhan kepada tamu, Hotel Neo+ Kuta Legian melakukan berbagai gimik di antaranya mendatangkan food truck secara reguler. 

Kata dia kebetulan saat ini sedang berlangsung Piala Dunia 2018, hotel ini menggelar Pesta Bola pada setiap pertandingan yang cukup diminati tamu hotel maupun masyarakat umum.  

Terkait dengan tingkat hunian hotel, Badan Pusat Statistik Bali mencatat okupansi di Pulau Dewata mencapai 67,55% pada Mei 2018, atau naik 4,02% dibandingkan dengan bulan sebelumnya (m-to-m) yang tercatat 63,53%.

Okupansi tertinggi tercatat di Kabupaten Badung yakni 71,44% dan terendah di Kabupaten Buleleng 46,59%.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer