Pelabuhan Gilimanuk Siapkan Kapal Besar Angkut Pemudik

Oleh: Newswire 05 Juni 2018 | 14:50 WIB
Sejumlah truk antre di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, yang akan berangkat menuju Pelabuhan Gilimanuk di Bali./Antara-Budi Candra Setya

Bisnis.com, NEGARA—Otoritas Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, menyiapkan satu unit kapal besar untuk mengangkut pemudik ke Pulau Jawa.

"Memang kapal ini tidak sebesar port link yang dulu pernah dioperasikan saat mudik, tapi dibanding kapal yang biasa beroperasi di Selat Bali, kapal ini lebih besar ukurannya," kata Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Gilimanuk Heru Wahyono di Negara, Selasa.

Ia mengatakan, KMP Derajat Paciran, kapal pengganti port link tersebut diharapkan bisa dengan cepat mengurangi antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk.

Menurut dia, kapal port link tidak dioperasikan kembali karena beberapa pertimbangan, seperti kebijakan pemerintah serta faktor teknis.

Faktor teknis tersebut, katanya, saat ini di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, sedang dibangun dermaga yang dulunya digunakan sandar kapal port link.

"Dengan ukuran yang besar, sandar kapal port link membutuhkan dermaga yang besar, kalau kami paksakan dioperasikan sekarang kapal-kapal dengan ukuran biasa bisa terlambat sandar," katanya.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan saat arus mudik, ia mengatakan, pihaknya menyiapkan 56 unit kapal namun sampai saat ini baru dioperasikan 32 unit.

Meskipun persiapan untuk menyambut pemudik sudah dilakukan, menurut dia, hingga hari ini jumlah kendaraan dan penumpang yang masuk ke Pelabuhan Gilimanuk masih normal seperti hari biasa.

Di sisi lain, Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jembrana Rahmat Prasetya mengatakan, terkait prediksi cuaca hingga tujuh hari ke depan situasi di Selat Bali umumnya cerah berawan, dengan ketinggian gelombang 1,0 sampai 2,5 meter.

"Kami akan terus perbarui prakiraan cuaca, apalagi jika potensial terjadi cuaca ekstrem. Untuk minggu kemarin memang sempat muncul angin kencang yang menyebabkan gelombang tinggi," katanya.

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya