Wisman India ke Bali Tumbuh Tertinggi, Maskapai Diminta Tambah Frekuensi

Oleh: Feri Kristianto 04 Juni 2018 | 21:20 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi (kiri) mengamati aneka layang-layang pada Pameran Layang-Layang Indonesia-India di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (30/5)./Antara-Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, DENPASAR—Pembukaan rute penerbangan langsung Bali ke India oleh sejumlah maskapai memberikan dampak positif terhadap kedatangan wisman India ke Pulau Dewata.

Berdasarkan data BPS Bali, pada periode Januari – April 2018, wisman India tercatat sebesar 62,11% atau tertinggi dibandingkan wisman lain. Pertumbuhan tinggi itu menyebabkan kontribusi turis asal negara tersebut berada pada posisi ketiga terbanyak.

Kunjungan turis India mengalahkan pasar tradisional Bali, yakni Jepang dan Korea Selatan. Total jumlah wisman India ke Bali sebanyak 28.667 orang.

Kadis Pariwisata Bali Anak Agung Yuniartha Putra mengatakan India memiliki budaya yang hampir sama dengan Bali. Dibukanya sejumlah penerbangan langsung seperti Garuda Indonesia dari Denpasar ke Mumbai juga memberi dampak.

“Mereka sangat mengagumi kebudayaan Hindu Bali walaupun disana ada juga masyarakat yang memeluk agama Hindu,” tuturnya, Senin (4/6/2018).

Dia mengharapkan para pelaku pariwisata bisa memanfaatkan peningkatan tersebut dengan menjelaskan kebudayaan Bali dan simbol-simbol yang ada kepada wisman India. Yuniartha mengharapkan pemandu wisata di Bali harus sudah lulus uji budaya bali hal ini agar mereka bisa menjelaskan yang terkait dengan budaya.

“Selain mempromosikan keindahan alam, tentu kami juga memperkenalkan tempat-tempat yoga yg banyak tersebar di daerah Gianyar,” paparnya.

Disparda Bali juga menghrapkan maskapi bisa menambah penerbangan langsung dari saat ini dua kali seminggu menjadi empat kali seminggu.

Wisman yang datang langsung ke Bali tercatat mencapai 1.819.943 orang, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (y on y), yang tercatat mencapai 1.817.772 orang, atau naik sebesar 0,12 persen.

Negara yang mengalami peningkatan jumlah wisman terbesar pada periode Januari – April 2018 ini adalah India, yaitu tercatat sebesar 62,11 persen. Sementara penurunan jumlah wisman terbesar pada periode ini adalah Tiongkok sebesar -17,46 persen.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya