Museum Neka Menambah Koleksi Keris Rudaya Sakti

Oleh: Ema Sukarelawanto 21 Mei 2018 | 16:53 WIB
Keris/atkinson-swords.com

Bisnis.com, DENPASAR--Museum Neka menambah satu koleksi berupa sebilah keris milik Mpu Rudaya Sakti yang diserahkan oleh pewarisnya.

Pemilik Museum Neka Pande Sutedja Neka mengatakan keputusan pewaris Keris Rudaya Sakti untuk memuliakannya di museum sangat membantu untuk memperkaya informasi, edukasi, dan upaya pelestarian karya adiluhung.

“Keris Rudaya Sakti yang biasanya ditaruh di rumah, kini bisa dinikmati masyarakat luas yang berkunjung ke museum,” katanya, Senin (21/5/2018).

Museum Keris yang merupakan bagian dari Musem Neka di Sanggingan, Ubud, Gianyar itu diresmikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pada 2007. Kini memiliki sekitar 800 koleksi, 22 di antaranya merupakan keris pusaka peninggalan kerajaan di Bali.

Sutedja Neka memilih mengoleksi keris –di samping ratusan lukisan yang terpajang di museumnya—, karena leluhurnya yang bernama Pande Pan Nedeng, adalah empu keris pada masa Kerajaan Peliatan-Ubud, pada awal Abad Ke-19.

Ia adalah turunan kelima dari Pande Pan Nedeng. Jika ditelisik lebih jauh, Sutedja Neka juga mempunyai hubungan silsilah dengan Ki Pande Sesana Tamanbali yang juga seorang empu kerajaan di Bali.

Sutedja Neka menambahkan penyerahan keris ke museum, selain untuk menambah khazanah koleksi juga memperkaya pengetahuan dan sejarah.

Kata dia cerita di balik keberasaan keris-keris tersebut bisa saling berkaitan dan menjadi suatu rangkaian sejarah yang menarik untuk ditelusuri.

"Pewaris Keris Rudaya Sakti ini menyerahkan kembali keris leluhurnya, Minggu kemarin, dan hingga kini sudah ada lima keris karya empu tersebut yang dilestarikan di sini,” katanya.

Sutedja Neka mengatakan ahli waris Keris Rudaya Sakti yakni Pande Ketut Ruma telah menyerahkan secara langsung senjata tradisional warisan leluhurnya itu di Museum Neka.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya